Isu Muktamar NU Bergolak, Karanganyar Pasang Tembok: Solid, Tak Tergoyahkan

Isu jelang Muktamar, NU minta Warga Nahdiyin Kompak
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Isu menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat pusat kian menghangat dan menjadi perbincangan luas. Namun, Nahdliyin di Kabupaten Karanganyar memilih bersikap tegas: tetap solid, tidak terpecah, dan fokus pada penguatan peran di daerah.

img_title Isu Penyelamatan Aset Bank Mengemuka, IKADIN Karanganyar Soroti Hukum Kepailitan dan Tindak Pidana Perbankan

Sikap itu mengemuka dalam acara halal bihalal pengurus dan warga NU se-Kabupaten Karanganyar yang digelar di Gedung Kebudayaan Karanganyar, Minggu (26/4/2026).

Suasana hangat penuh kebersamaan tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi.

img_title Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi, Perkuat Pasokan Air Pertanian Karanganyar

Ketua PCNU Karanganyar, Nuril Huda, menegaskan bahwa secara faktual warga NU di Karanganyar tidak pernah benar-benar terpecah. Namun demikian, ia menilai momentum halal bihalal menjadi saat yang tepat untuk semakin memantapkan persatuan.

“Ini momen yang sangat baik. Bukan karena kita terpecah, tapi untuk memastikan persatuan itu semakin kuat, semakin mantap ke depan,” ujarnya.

img_title SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD

Menurutnya, kekompakan internal menjadi modal utama bagi Nahdliyin untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. NU, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari masyarakat, sehingga sudah seharusnya mengambil peran aktif dalam mendorong kemajuan Karanganyar.

“Kita ini bagian dari masyarakat Karanganyar. Maka sudah menjadi kewajiban untuk ikut nyengkuyung, mengambil bagian bersama elemen lain dalam memajukan daerah,” tegasnya.

Selain memperkuat barisan, Nuril juga mendorong warga NU agar lebih jeli melihat peluang kontribusi. Ia menilai, Nahdliyin memiliki potensi besar yang perlu dioptimalkan agar memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Sorotan lain dalam kesempatan itu tertuju pada dinamika di tingkat pusat menjelang Muktamar NU. Nuril mengingatkan agar kondisi tersebut tidak disikapi secara berlebihan oleh warga di daerah.

Ia justru mengajak Nahdliyin untuk melihat dinamika tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Kita yakini apa pun yang terjadi adalah cara Tuhan mendidik kita. Sekalipun terlihat tidak baik, pasti ada sisi baik yang bisa diambil,” katanya.

Ia menegaskan, hal-hal positif perlu diteruskan, sementara yang kurang baik harus dihentikan agar tidak menjadi pola yang berulang.

“Yang baik kita lanjutkan, yang tidak baik kita putus. Jangan sampai hal yang kurang baik justru menjadi tren yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
img_title