Proyek Jalan Karanganyar Direm, Aspal Langka dan Harga Material Melonjak

Sejumlah Proyek di Karanganyar ditunda menyusul harga melonjak
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sejumlah proyek pembangunan jalan di Kabupaten Karanganyar terpaksa ditunda. 

img_title Asap Hitam Membumbung di Jalur Solo–Sragen, Kebakaran Hebat Landa Pabrik PT Porto Indonesia Sejahtera di Karanganyar

Pemerintah daerah kini menghadapi tekanan kenaikan harga material konstruksi sekaligus kelangkaan aspal yang mulai mengganggu pelaksanaan pekerjaan fisik tahun 2026.

Situasi itu membuat Pemkab Karanganyar harus menghitung ulang rencana anggaran biaya (RAB) sebelum proyek dilelang. Jika dipaksakan memakai hitungan lama, proyek dikhawatirkan sepi peminat karena kontraktor dinilai tidak sanggup menutup biaya pekerjaan di lapangan.

img_title Jumog River Tubing Adventure, Cara Seru Menikmati Sungai di Lereng Lawu Cuma Rp25 Ribu

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengungkapkan sejumlah paket pekerjaan fisik memang sengaja “direm” sementara sambil menunggu penyesuaian harga material selesai dilakukan.

“Kalau dilelang sekarang dengan hitungan lama, bisa saja tidak ada yang menawar karena harga bahan di lapangan sudah berubah,” kata Titis saat ditemui VIVA Jogja, di Karanganyar, Rabu (20/5/2026).

img_title Kelola 25 Destinasi di Tiga Provinsi, The Lawu Group Menjelma Jadi Raksasa Wisata Regional

Menurutnya, proyek yang paling terdampak ialah pekerjaan peningkatan jalan. Pemkab bahkan mulai mempertimbangkan perubahan spesifikasi konstruksi dari aspal ke beton demi menjaga target pembangunan tetap berjalan.

Namun opsi tersebut memunculkan persoalan baru. Beton memang dinilai lebih mudah didapat, tetapi biaya pengerjaannya jauh lebih mahal dibanding aspal.

Di sisi lain, penggunaan aspal justru terkendala stok yang sulit diperoleh di pasaran.

“Ini dilematis. Aspal sebenarnya lebih murah, tapi barangnya sulit dicari. Kalau diganti beton, anggarannya jadi lebih besar,” ujarnya.

Pemkab Karanganyar juga tidak ingin proyek dikerjakan setengah-setengah akibat tekanan anggaran. Sebab jika volume pekerjaan dipangkas, pemerintah khawatir memicu protes masyarakat karena ruas jalan yang dibangun tidak selesai sesuai harapan.

Karena itu, evaluasi teknis kini dilakukan menyeluruh, termasuk kemungkinan revisi dokumen pekerjaan hingga penyesuaian skema konstruksi di lapangan.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab memastikan tahun ini belum membuka proyek pembangunan gedung baru dan fokus lebih dulu pada penyelesaian infrastruktur prioritas.