Terdesak E-Commerce dan Pasar Modern, APPSI Karanganyar Siapkan Strategi Selamatkan Pedagang Pasar

Pengukuhan Pengurus Daerah (DPD) APPSI Kabupaten Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Pasar tradisional kini menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus ekspansi pasar modern dan perubahan perilaku konsumen yang semakin beralih ke platform digital. 

img_title Golkar Karanganyar Bangun Mesin Politik Berbasis Data dan AI, Siapkan Strategi Menuju Pemilu 2029

Menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Karanganyar menegaskan komitmennya memperkuat daya saing pedagang melalui pendampingan usaha, perluasan akses permodalan, serta percepatan digitalisasi pasar.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pengukuhan Pengurus Daerah (DPD) APPSI Kabupaten Karanganyar yang digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (10/6/2026).

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus APPSI, serta perwakilan pedagang pasar dari berbagai wilayah.

Ketua Harian DPP APPSI yang diwakili Don Muzakir mengungkapkan, salah satu persoalan yang masih banyak dihadapi pedagang pasar adalah sulitnya mengakses permodalan, termasuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

Menurutnya, banyak pelaku usaha pasar yang sebenarnya memiliki usaha produktif, tetapi belum mendapatkan pendampingan yang memadai untuk mengakses pembiayaan.

"Kita masih menemukan pedagang yang kesulitan mendapatkan akses permodalan karena kurangnya pendampingan. Padahal program pemerintah sudah tersedia. Di sinilah APPSI harus hadir untuk membantu dan mengawal agar manfaatnya benar-benar sampai kepada pedagang," ujarnya.

Selain persoalan modal, Don juga menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam dunia perdagangan. Kehadiran e-commerce dan semakin banyaknya pasar modern dinilai menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan pasar tradisional apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan inovasi usaha.

Menurut dia, pasar tradisional tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola perdagangan konvensional. Pedagang harus mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan keunggulan utama pasar rakyat yang selama ini menjadi daya tarik masyarakat.

"Pasar tradisional tidak boleh ditinggalkan zaman. Kita harus membantu pedagang agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mempertahankan keunggulan yang dimiliki, yaitu kedekatan dengan pembeli dan interaksi sosial yang tidak dimiliki platform digital," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, APPSI juga mendorong pemerintah untuk lebih memprioritaskan revitalisasi pasar tradisional dibanding pembangunan pasar baru.

Langkah itu dinilai lebih efektif untuk meningkatkan kenyamanan dan daya saing pasar yang sudah ada sekaligus menghindari munculnya bangunan pasar yang tidak termanfaatkan secara optimal.

Halaman Selanjutnya
img_title