Rakor 15 Desa, Camat Tahunan Minta Petinggi Gerak Cepat Hadapi Persoalan Warga
- VIVAJogja
VIVA Jogja – JEPARA, Camat Tahunan Mu'adz meminta seluruh pemerintah desa di wilayahnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penguatan kondusivitas wilayah, penertiban administrasi kependudukan (Adminduk), percepatan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Hal itu disampaikan Mu'adz saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para petinggi dan perangkat desa se-Kecamatan Tahunan di Pendopo Desa Demangan, Rabu (22/7). Rakor dihadiri perwakilan dari seluruh 15 desa di Kecamatan Tahunan.
Selain unsur pemerintah desa, kegiatan juga dihadiri Kepala Puskesmas Tahunan, Kepala Satkordikcam Tahunan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para kepala instansi dan dinas tingkat kecamatan sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Mu'adz, Kecamatan Tahunan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pintu gerbang Kabupaten Jepara. Karena itu, pemerintah desa dituntut mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga stabilitas wilayah.
"Kecamatan Tahunan adalah wajah depan Kabupaten Jepara. Ketika wilayah kita aman, tertib, dan pelayanan publik berjalan baik, masyarakat akan merasakan langsung kehadiran pemerintah. Sebaliknya, jika kita lengah, dampaknya akan cepat dirasakan oleh masyarakat," kata Mu'adz.
Ia menegaskan, rakor bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi forum evaluasi sekaligus menyatukan langkah seluruh unsur pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa.
"Rakor ini bukan sekadar agenda kumpul-kumpul. Ini adalah forum untuk mengevaluasi apa yang sudah kita kerjakan, menyamakan persepsi, dan memastikan seluruh desa memiliki semangat yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai ada persoalan yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi," ujarnya.
Mu'adz meminta para petinggi menjadi pemimpin yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, potensi konflik sekecil apa pun harus segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
"Jangan menunggu persoalan membesar. Begitu ada gejala konflik, segera duduk bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Deteksi dini dan cegah dini adalah kunci menjaga kondusivitas wilayah. Petinggi harus hadir di tengah masyarakat sebagai problem solver, bukan menunggu persoalan selesai sendiri," tegasnya.