SPPG Sleman Hadapi Kendala Operasional, Pemkab Fokus Benahi Infrastruktur dan Perizinan
- IST
SLEMAN, VIVA Jogja - Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sleman untuk sementara waktu tidak dapat menjalankan layanan sebagaimana mestinya. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor teknis yang belum terselesaikan, mulai dari renovasi bangunan, persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga kelengkapan administrasi yang belum terpenuhi. Situasi tersebut menambah daftar SPPG yang belum bisa beroperasi penuh, meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sebagai salah satu prioritas pemerintah pusat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Wiyato Widodo, menjelaskan bahwa penghentian operasional tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Menurutnya, ada SPPG yang masih menjalani renovasi, ada yang terkendala standar IPAL, dan sebagian lainnya belum melengkapi persyaratan administrasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan agar kendala tersebut segera diatasi sehingga pelayanan gizi dapat kembali berjalan optimal.
Data Satgas Percepatan MBG Sleman per 9 Juni 2026 mencatat terdapat 129 SPPG di wilayah ini. Dari jumlah tersebut, 94 unit masih aktif beroperasi, sementara 35 unit lainnya menghentikan layanan sementara karena belum memenuhi persyaratan teknis. Dari total 35 unit yang tidak beroperasi, status 24 di antaranya masih belum jelas. Wiyato mengakui belum memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan tersebut dan menyarankan agar hal itu dikonfirmasi langsung kepada koordinator wilayah SPPG Sleman.
Sebelumnya, Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG, Agung Armawanta, menegaskan bahwa kendala utama yang dihadapi sejumlah SPPG ialah belum terpenuhinya standar pengelolaan limbah. Dinas Kesehatan Sleman telah melakukan sosialisasi mengenai standar IPAL yang wajib dipenuhi oleh setiap SPPG. Namun, masih ada dapur MBG yang belum mampu memenuhi ketentuan tersebut sehingga belum bisa beroperasi optimal.
Selain masalah IPAL, aspek perizinan juga menjadi tantangan besar. Dari total 129 SPPG yang tercatat, baru 58 unit yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sebanyak 10 unit masih dalam proses verifikasi, sementara 61 unit lainnya bahkan belum mengajukan sertifikasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar SPPG masih harus berbenah agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan di Kabupaten Sleman. Program ini menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah hingga kelompok rentan. Per 9 Juni 2026, program MBG telah menjangkau 61.839 siswa SD, 32.230 anak PAUD dan TK, 25.963 siswa SMP, serta 24.046 siswa SMA dan SMK. Tidak hanya itu, program juga menyasar 2.620 ibu hamil dan 3.548 ibu menyusui di Sleman.