Aktivitas Merapi Dua Hari Terakhir Masih Tinggi, Guguran Lava Capai Dua Kilometer

Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas
Sumber :
  • Dok Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi

img_title Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, Status Siaga Level III

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten kembali menunjukkan aktivitas signifikan dalam dua hari terakhir. Laporan pengamatan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat intensitas kegempaan cukup tinggi dengan dominasi guguran lava dan gempa hybrid, disertai visual asap kawah yang muncul dengan variasi intensitas.

Cuaca di sekitar gunung relatif cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar antara 13 hingga 26 derajat Celsius. Angin bertiup tenang ke arah timur, sementara kelembaban udara tercatat antara 43 hingga 88 persen. Kondisi meteorologi ini membuat pengamatan visual terhadap puncak Merapi berlangsung jelas. Asap kawah bertekanan lemah terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, menjulang antara 10 hingga 150 meter di atas puncak.

img_title Merapi Level III Siaga, Guguran Lava dan Awan Panas Masih Terjadi

Aktivitas kegempaan menunjukkan adanya puluhan gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 32 milimeter dan durasi mencapai lebih dari tiga menit. Selain itu, gempa hybrid atau fase banyak juga terdeteksi dengan jumlah signifikan, menandakan suplai magma masih berlangsung di dalam tubuh gunung. Sesekali muncul gempa vulkanik dangkal dan tektonik jauh, meski jumlahnya lebih sedikit dibandingkan guguran dan hybrid.

Dalam periode pengamatan, guguran lava teramati puluhan kali dengan arah dominan ke sektor barat daya, meliputi Kali Sat/Putih, Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Boyong. Jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter, menunjukkan material vulkanik masih aktif bergerak dari puncak. Kondisi ini menegaskan bahwa ancaman guguran lava dan awan panas guguran (APG) tetap tinggi di sektor selatan-barat daya.

img_title Sri Sultan Serahkan 46 Sertifikat Huntap, Warga Diminta Jaga Merapi dan Bangun Penghidupan Berkelanjutan

BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer. Selain itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya dan tetap waspada terhadap ancaman lahar hujan maupun abu vulkanik. BPPTKG menekankan bahwa suplai magma masih berlangsung sehingga kemungkinan terjadinya awan panas guguran tetap ada. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, status Merapi akan segera ditinjau kembali.

Halaman Selanjutnya
img_title