PMI DIY Gerakkan Siaga Tirto Aji Hadapi Ancaman Kekeringan El Nino
- Dok PMI DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) bersama PMI kabupaten dan kota se-DIY resmi meluncurkan program Siaga Tirto Aji sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan yang dipicu fenomena El Nino. Program ini menyiagakan enam armada tangki air untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan air secara bijak dan pentingnya menjaga kesehatan di tengah keterbatasan sumber daya.
Ketua PMI DIY, GBPH H Prabukusumo, menyampaikan bahwa distribusi air bersih telah dilakukan sejak akhir Mei 2026. Melalui PMI Kabupaten Bantul, sebanyak 149.000 liter air telah disalurkan hingga akhir Juli, menjangkau lebih dari 4.000 jiwa penerima manfaat. Distribusi ini dilakukan dengan mengerahkan dua truk tangki yang menyasar empat kecamatan, yakni Kasihan, Dlingo, Pajangan di Bantul, serta Panggang di Gunungkidul. Enam kalurahan yang menjadi lokasi distribusi meliputi Bangunjiwo, Temuwuh, Jatimulyo, Terong, Guwosari, dan Girikarto. Kehadiran program ini menjadi bukti nyata komitmen PMI DIY dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat di tengah ancaman krisis air bersih.
PMI DIY sendiri termasuk dalam sepuluh provinsi prioritas yang masuk dalam program Operasi Kemanusiaan Bencana Kekeringan Akibat El Nino Tahun 2026 yang digagas PMI Pusat melalui dukungan Disaster Response Emergency Fund (DREF) dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC). Selain DIY, provinsi lain yang menjadi prioritas meliputi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Dukungan ini memperlihatkan betapa seriusnya ancaman kekeringan yang melanda berbagai wilayah Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi bencana.
Di DIY, program ini difokuskan pada tiga wilayah utama, yakni Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Selain distribusi air bersih, PMI juga mengedukasi masyarakat tentang cara menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan wadah penyimpanan, serta mempromosikan perilaku hidup sehat. Ketua PMI DIY, Gusti Prabu, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. “Kami berharap program ini menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat yang membutuhkan. Kata kuncinya adalah kolaborasi dari pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kami juga membuka donasi bagi siapa saja yang ingin menyalurkan bantuan,” ujarnya.