Keras! Nasaruddin Umar Minta UIN Sunan Kudus Berhenti Berkiblat ke Kampus Lain

Menteri Agama Nazaruddin Umar Meresmikan Gedung UIN Sunan Kudus (foto:Humas. UIN)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogjaKUDUS, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menjadi perguruan tinggi Islam yang berani memiliki cita-cita besar dan tampil sebagai pelopor.

img_title Kisah Muhammad Salwa, Musisi Difabel Asal Kudus Menembus Panggung Ibukota

Pesan tersebut disampaikan Menteri Agama saat memberikan kuliah umum sekaligus melaunching UIN Sunan Kudus, Kamis (20/8). Dalam kesempatan yang sama, Menag juga menyapa ribuan mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Kudus Tahun 2026.

Menag menegaskan, transformasi menjadi UIN tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan nama atau kelembagaan. Lebih dari itu, perubahan tersebut harus menjadi momentum untuk membangun tradisi akademik yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, kualitas batin, spiritualitas, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.

img_title Kudus Kejar Zero Stunting di Tahun 2030, Angkanya Kini Tinggal 3,04 Persen

“Kita harus berani bermimpi besar dan berani berpikir lain. Bagaimana menciptakan suatu kampus yang bukan hanya meng-install pikiran-pikiran rasional, tetapi juga meng-install kualitas batin yang mampu mencerahkan dan meneduhkan,” tegasnya.

Menurut Menag, perguruan tinggi Islam memiliki peluang besar untuk menghadirkan model pendidikan yang khas. Karena itu, UIN Sunan Kudus didorong tidak sekadar mengikuti atau mengejar kampus lain, tetapi berani menciptakan keunggulan berdasarkan kekuatan dan jati dirinya sendiri.

img_title Solidaritas ASN Kudus untuk Korban Bencana NTT, Donasi Terkumpul Rp133,9 Juta

“Jadilah kampus yang pertama. Jangan hanya berkiblat pada kampus lain,” pesannya.

Menag juga mengingatkan agar UIN tidak hanya mengejar ranking maupun standar formal yang sudah ada. Perguruan tinggi justru harus mampu menciptakan sesuatu yang baru sehingga memiliki ukuran keunggulan yang lahir dari karakter kampus itu sendiri.

“UIN itu jangan hanya mengejar ranking dan standar formal, tetapi create suatu keadaan yang mungkin belum ada kriterianya di dunia. Justru di situlah kampus bisa menemukan keunggulannya sendiri,” ujarnya.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Menag juga mengajak generasi muda UIN Sunan Kudus untuk mempersiapkan diri menjadi generasi terbaik atau best generation.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlakul karimah, serta mampu mengambil peran dalam kehidupan masyarakat dan bangsa.

“Jadilah best generation, minimal bisa jadi menteri agama,” pesannya.

Halaman Selanjutnya
img_title