DIY Dorong Akses Digital Terjangkau Lewat Kolaborasi Internasional

Comissioner PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Fadel Muhammad bertemu Gubernur DIY
Sumber :
  • Dok Humas Pemda DIY

 

img_title Eko Suwanto Desak Pemda DIY Percepat Pembangunan Ekosistem Digital untuk Ciptakan Lapangan Kerja dan Dorong Pertumbuhan

YOGYAKARTA, VIVA Jogja  – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa pengembangan teknologi digital tidak boleh berhenti pada penciptaan inovasi semata, melainkan harus memastikan keterjangkauan bagi masyarakat. Menurutnya, kemajuan teknologi akan kehilangan makna jika justru membuat akses digital semakin mahal dan sulit dijangkau publik. Pesan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Comissioner PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Fadel Muhammad, bersama perwakilan perusahaan telekomunikasi dan teknologi asal Jepang, NTT, di Gedong Wilis, Kompleks Kepatihan, Jumat (11/09/2026).

Dalam pertemuan itu, Sri Sultan menekankan bahwa DIY telah memiliki fondasi cukup kuat dalam pengembangan teknologi digital. Konsep smart province sudah berjalan, namun untuk melangkah lebih jauh dibutuhkan dukungan teknologi yang lebih canggih sekaligus biaya besar. “Prinsip smart province sudah relatif ada. Tapi untuk melangkah lebih jauh, cost-nya jadi sangat mahal,” ujarnya. Karena itu, ia berharap keterlibatan perusahaan besar dapat membantu menghadirkan teknologi yang dibutuhkan tanpa membebani masyarakat dengan biaya tinggi. “Kami punya harapan bagaimana bukan jadi mahal, tapi kemampuan publik itu bisa membayar. Kalau terlalu mahal kan juga akan tidak mampu,” tambahnya.

img_title Kapolda DIY Tanamkan Disiplin dan Karakter Positif kepada Pelajar SMPN 1 Depok melalui Program Polisi Peduli Pendidikan

Sri Sultan juga menekankan pentingnya proses penjajakan dilakukan secara matang. Ia mengingatkan agar seluruh prosedur dan perizinan tetap diperhatikan sehingga pengembangan teknologi tidak hanya sekadar pemasangan infrastruktur, tetapi juga sesuai aturan yang berlaku. “Timnya sudah siap. Sudah mulai. Prosesnya sudah dijalani. Kan tidak sekadar terpasang. Prosedur izinnya, jangan ditinggalkan,” tegasnya.

Sementara itu, Fadel Muhammad menjelaskan bahwa kedatangannya bersama perwakilan NTT merupakan bagian dari upaya menjajaki peluang investasi di Indonesia, termasuk di Yogyakarta. Ia menyebut NTT memiliki rencana mengembangkan investasi di bidang telekomunikasi sekaligus membawa teknologi baru untuk mendukung pengembangan infrastruktur digital yang telah tersedia. “Kami membawa investor besar NTT. Mereka mengadakan investasi di Indonesia untuk telekomunikasi dan mau mengembangkan untuk yang lain,” katanya.

img_title Pemkot Yogyakarta Libatkan RT hingga Kelurahan Perkuat Perlinsos Digital, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran

Menurut Fadel, DIY menjadi salah satu daerah yang dipertimbangkan karena telah memiliki persiapan infrastruktur yang cukup jauh. Namun, pengembangan berikutnya membutuhkan dukungan teknologi yang lebih mutakhir. “Di Yogyakarta Pak Gubernur sudah melangkah jauh. Persiapan sudah ada, perusahaan juga menyiapkan infrastrukturnya. Tapi mereka terbentur sama teknologi untuk pengembangan berikutnya,” jelasnya. Ia berharap kolaborasi dengan NTT dapat melengkapi infrastruktur yang ada sehingga layanan internet bisa dikembangkan lebih cepat dan lebih luas.

Halaman Selanjutnya
img_title