Pengamat: Etika Loyalitas dan Kinerja Tinggi Dapat Dijual di Bursa Cawapres 2024

Ilustrasi masa kampanye
Sumber :
  • Freepik.com

Jogja – Peta politik menjelang 2024 semakin memanas, setelah sejumlah nama mulai diumumkan sebagai calon Presiden oleh Partai Politik. Namun dibalik Capres, tentunya caon wakil presiden pun tidak dianggap remeh. 

img_title LSP UGM Perkuat Peran Asesor Kompetensi untuk SDM Unggul

Bakhkan bursa cawapres telah ramai sejak tahun lalu, sebut saja nama Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifa Indarparawangsa dan sejumlah nama lainnya. 

Meski Namanya masuk sebagai sebagai kandidat tertinggi dalam bursa cawapres, Erick Thohir mengaku saat ini ia masih akan terus fokus untuk bekerja dan menjalankan tugas sebagai Menteri BUMN. 

img_title 25 Rektor PTN-BH Dorong Transformasi Kampus Aman, Inklusif, dan Antikekerasan

Menurutnya jika ada survei yang menempatkan dirinya sebagai salah satu kandidat cawapres potensial, menurut Erick, itu merupakan apresiasi dari buah kinerja yang dilakukannya. 

“Apa lagi dalam konteks politik di Indonesia, penentuan capres dan cawapres merupakan keputusan parpol. Karena bukan berasal dari parpol, maka saya akan fokus pada kerja sebagai Menteri BUMN yang saat ini cukup banyak. Saya tak mau terjebak politik. Hari ini fokus saja pada kerja. Karena fokus kerja di BUMN memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan masyarakat,” ujar Erick.

img_title Ikan Zebra Jadi Primadona Riset Biomedis Modern di UGM

Langkah tepat 

Wawan Mas'udi, S.IP., M.P.A., Ph.D., Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada menilai pernyataan yang dilontarkan Erick tersebut merupakan langkah yang tepat. Sebab untuk dapat membangun kepemimpinan politik, harus memiliki basis legitimasi yang sangat kuat. 

Sebagai figur yang yang berasal dari teknokrat atau profesional , maka cara yang terbaik untuk membangun legitimasi harus dari performance atau kinerja. Kinerja yang dimaksud adalah prestasi dalam menjalankan program tertentu sesuai dengan tugas dan amanah yang saat ini diemban.

"Karena Pak Erick saat ini memegang jabatan publik sebagai Menteri BUMN, sudah sewajarnya beliau fokus untuk menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Membangun legitimasi dari kinerja menurut Wawan juga bukan perkara yang mudah," kata dia dalam keterangan tertulisnya. 

Ia menambahkan, ada pihak yang menilai kinerja seseorang sudah baik. Namun ada pihak lain yang menyatakan kinerja tidak baik. Sehingga langkah yang terbaik adalah dengan mengaitkan antara kinerja dengan apa yang menjadi agenda dan kebutuhan publik secara umum menjadi sangat penting.

Halaman Selanjutnya
img_title