Sri Sultan HB X : Investor Harus Mau Ikut Rencana Daerah
- Istimewa
“Jangan sampai kegiatan budaya yang dilakukan tidak bisa berkelanjutan hanya karena keterbatasan dana. Kalau gaji para seniman tidak bisa untuk hidup setidaknya sebulan, bagaimana bisa kita melakukan regenerasi seniman,” kata Sri Sultan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pihaknya lebih selektif dalam memilih dan memberi izin bagi investor yang ingin ikut mengembangkan Gunungkidul, agar tidak menimbulkan persoalan.
“Pembangunan dan pengembangan wilayah di Gunungkidul tentu tujuan utamanya untuk kesejahteraan masyarakat kami. Dan kami juga terbuka dengan masukan dan saran dari Ngarsa Dalem (Sri Sultan HB X) untuk pengembangan kawasan kami,” katanya.
Endah menuturkan, terdapat beberapa prioritas penanganan infrastruktur jalan di Gunungkidul, antara lain, rekonstruksi jalan provinsi Clongop-Ngalang, pembangunan jalan baru Kepek-Ngobaran, serta rehabilitasi dan pembangunan jalan menuju kawasan wisata pantai selatan. Rekonstruksi beberapa ruas jalan provinsi perlu dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata. Selain itu, hal ini juga berkaitan dengan upaya peningkatan keselamatan pengguna jalan.
“Kami memang ada perencanaan-perencanaan terkait pengembangan infrastruktur. Namun Beberapa pembangunan jalan baru juga sudah dimulai, namun seperti jalan baru Kepek-Ngobaran kami juga berharap ada dukungan danais,” ungkapnya.
Sementara, Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan mengatakan, pihaknya tengah berupaya menarasikan kembali Kulonprogo agar semakin menarik bagi wisatawan. “Kami juga berencana melakukan benchmarking ulang untuk meningkatkan bidang pariwisata kami,” ucapnya.