UGM Desak Kematian Arya Daru Pangayunan Diusut Tuntas

Almarhum Arya Daru Pangayunan
Sumber :
  • istimewa

 

img_title Wagub DIY dan Kapolda Baru Sepakat Selaraskan Penanganan Dinamika Sosial

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Kematian Arya Daru Pangayunan (38) diplomat muda Kementerian Luar Negeri, di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi, 8 Juli 2025 menyisakan duka mendalam dan pertanyaan besar, siapa dan apa motif dari pelaku.

Alumnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada angkatan 2005, itu dikenal sebagai sosok pendiam, dan berdedikasi tinggi dalam pengabdiannya sebagai ASN. Ia pernah bertugas di berbagai perwakilan luar negeri dan hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya.

img_title Pelantikan Pejabat Pemkot Yogya di Sungai Winongo: Simbol Empati dan Kepedulian Lingkungan

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswa, Pegabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM, Dr Arie Sujito mengatakan berpulangnya Arya begitu mengagetkan. UGM, lanjut Arie mengaturkan bela sungkawa atas kepergian mendiang. "Peristiwa meninggalnya almarhum saudara Arya ini sungguh menyedihkan dan mengagetkan," kata Arie pada Rabu (09/07/2025).

Arya adalah alumni yang berprestasi, memiliki perjalanan karir yang baik. "Tentu kami kehilangan sosok alumni berprestasi, alumni HI Fisipol UGM yang memiliki karir yang baik," tutur Arie.

img_title RI Rencanakan Pembangunan PLTN, UGM Siap Dukung dari Sisi SDM

Arie berharap meninggalnya Arya Daru diusut tuntas, dan pengusutan ini tidak lain demi kemanusiaan dan perlindungan negara pada warganya.

"Kami juga berharap jika meninggalnya almarhum yang nampak tidak wajar, perlu diusut tuntas dan ini demi kemanusiaan dan tanggungjawab perlindungan negara pada warganya," tegasnya.

Sementara Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional (DIHI) UGM, Nur Rachmat Yuliantoro juga menyampaikan duka cita dari keluarga besar DIHI UGM

Menurut Rachmat, Arya dikenal sebagai diplomat yang andal. "Daru adalah kebanggaan kami semua. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," ujarnya.

Diketahui, Arya ditemukan meninggal dengan kondisi kepala terlilit lakban di indekosnya. Arya dimakamkan di tanah kelahirannya, Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Rabu (9/7/2025) sore.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu, Yuda Nugraha yang ikut mengantarkan jenazah ke rumah duka di Bantul, juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dari Menteri Luar Negeri dan seluruh keluarga besar Kemenlu kepada keluarga besar Arya Daru.

Dalam kesempatan itu,  Yuda turut menyampaikan bahwa almarhum Arya Daru pernah menjadi saksi kasus Tindak Pindana Perdagangan Orang (TPPO). Namun ia berharap bahwa kasus TPPO sudah ada tidak kaitannya dengan meninggalnya Daru saat ini.  “Kasus TPPO itu ada di Jepang, namun sudah selesai. Tapi itu jangan dikait-kaitkan. Kita lihat hasil penyelidikan polisi. Kita jangan berspekulasi. Jadi kami tidak ingin berspekulasi, kita tunggu hasil penyelidikan polisi," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title