250 Santri Berlatih jadi Admin dan Konten Kreator
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Sebanyak 250 peserta dari pondok pesantren se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), lembaga pendidikan Ma’arif NU, serta pengelola media sosial pesantren, mengikuti Pelatihan Admin Media Sosial dan Konten Kreator yang digelar di Hotel Aveon, Sleman, pada Minggu (21/09/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) DIY dan Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PW RMI NU) DIY. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas digital pesantren serta mendorong santri agar lebih adaptif dalam pengelolaan administrasi dan konten kreatif.
Acara dibuka secara resmi dengan suasana khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PWNU DIY KH Dr Ahmad Zuhdi Muhdlor, Ketua DPW PKB DIY H Agus Sulistiyono, serta Sekretaris Forum Percepatan Transformasi Pondok Pesantren (FPTP) Umaruddin Masdar. Turut hadir pula jajaran pengurus DPW PKB dan anggota DPRD Fraksi PKB se-DIY.
Dalam sambutannya, Umaruddin Masdar menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi Regional Pesantren DIY bertema “Menguatkan Kemandirian, Adaptasi, dan Inovasi”. Forum tersebut melahirkan FPTP yang kini aktif mendorong transformasi digital di lingkungan pesantren. Ia menekankan pentingnya publikasi potensi dan keunggulan pesantren secara optimal, mengingat di era digital saat ini, persepsi publik sering kali dibentuk oleh konten yang viral.
Ketua PWNU DIY KH Dr Ahmad Zuhdi Muhdlor menyampaikan bahwa pesantren harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga harus menjawab tantangan modernisasi, termasuk dalam tata kelola administrasi dan pemanfaatan media digital. Ia juga mengapresiasi inisiatif DPW PKB DIY yang telah menggagas pelatihan ini sebagai bentuk perhatian terhadap kader-kader muda NU. Ia berharap para peserta dapat mewarnai media sosial dengan konten yang baik dan bermutu.
Sementara itu, Ketua DPW PKB DIY H Agus Sulistiyono menyoroti pentingnya pelatihan ini sebagai respons terhadap maraknya pemberitaan negatif tentang pesantren di media sosial. Ia mengungkapkan bahwa banyak kejadian kecil di lingkungan pesantren yang sebetulnya sepele, namun menjadi viral dan berdampak buruk terhadap citra pesantren. Hal tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di pesantren. Karena itu, DPW PKB bersama PWNU DIY berkomitmen untuk mengawal pesantren agar tetap kuat dan berdaya saing.