DPRD Sleman dan Kominfo Satu Suara: Medsos Bukan Tempat Sembarangan

Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro dialog dengan DinKominfo
Sumber :
  • IST

SLEMAN, VIVA Jogja  — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, Budi Santosa, mengingatkan masyarakat agar selalu bijak bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi digital yang kian liar.

img_title Ancaman Kejahatan Siber Mengintai, Dosen Umuka Niken Satyawati Ajak Anak Muda Salatiga Ambil Jeda Digital

Menurutnya, media sosial kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, namun tanpa kehati-hatian, jempol bisa jadi sumber petaka.

“Bermedia sosial itu mirip pergaulan di dunia nyata, hanya saja medianya lewat gawai,” ujar Budi Santosa, Jumat 10 Oktober 2025.

img_title Mahasiswa UGM Bongkar Risiko Eksploitasi Anak di Era Konten Digital

Ia menegaskan, masyarakat harus mampu menahan diri agar tidak mudah terpancing oleh hasutan atau informasi palsu yang sengaja disebar untuk menyesatkan publik.

“Sekarang banyak sekali yang termakan hoaks, bahkan sampai tertipu secara finansial hanya karena percaya begitu saja pada unggahan di media sosial,” lanjutnya.

img_title Imigrasi DIY Perkuat Desa Binaan untuk Cegah TPPO, Sultan Dukung Langkah Pencegahan dari Hulu

Budi menilai, perkembangan teknologi memang membawa kemudahan dalam mengakses informasi, namun juga membuka celah bagi penyalahgunaan.

“Informasi sekarang bisa masuk dalam hitungan detik lewat genggaman tangan,” katanya.

“Tapi masyarakat jangan asal percaya, semua harus ditelaah dulu, dipikirkan baik-baik sebelum memposting atau berkomentar,” imbuhnya.

Ia mengingatkan, keberadaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam bermedia sosial.

“Hanya karena jari, bisa didenda atau bahkan dipidana. Jadi bukan hanya pintar, tapi juga harus bijak,” tandasnya.

Menurut Budi, kelompok yang paling rentan terhadap hasutan dan penipuan digital adalah anak-anak, ibu rumah tangga, dan warga lanjut usia.

“Nah, anak-anak muda seharusnya jadi pelopor literasi digital, ikut menjaga dan mengedukasi sekelilingnya,” jelasnya.

Ia berharap para pemuda di Sleman tak hanya aktif di media sosial untuk hiburan, tetapi juga menjadi garda depan dalam memerangi hoaks dan ujaran kebencian.

“Kalau bukan generasi muda yang menjaga ruang digital, siapa lagi?” tambahnya dengan nada tegas.

Senada dengan Budi, Wakil Ketua DPRD Sleman, Hasto Karyantoro, juga menyoroti pentingnya bijak bermedia sosial terutama dalam aktivitas jual beli online.

“Transaksi online itu harus dicek betul penjualnya valid atau tidak. Jangan hanya tergiur harga murah atau promo palsu,” ujar Hasto.

Halaman Selanjutnya
img_title