UGM Kirim Tim Medis Gelombang Kedua ke Aceh
- Humas UGM
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Upaya pemulihan layanan kesehatan di Aceh terus diperkuat dengan kehadiran tim pengabdian Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim yang tergabung dalam Academic Health System (AHS) UGM gelombang kedua resmi tiba di Banda Aceh untuk melanjutkan penugasan dari tim sebelumnya.
Kehadiran tim ini menandai keberlanjutan komitmen UGM dalam mendukung percepatan pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana. Dr dr Sudadi menjelaskan bahwa keberangkatan tim kedua difasilitasi oleh Sekretaris Daerah Aceh yang juga merupakan alumni UGM.
Sebanyak 14 tenaga medis diterjunkan dan ditempatkan di Rumah Sakit dr Muchtar Hasbi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.
Menurut Sudadi, kondisi rumah sakit tersebut masih memprihatinkan. Minimnya tenaga medis membuat pelayanan terhambat, ditambah masalah serius berupa keterbatasan air bersih. Tangki air yang rusak akibat lumpur membuat pasokan cepat habis. Untuk mengatasi hal ini, tim AHS UGM berkoordinasi dengan Dekanat FK-KMK UGM guna membantu pengadaan tandu air semi permanen, termasuk pembangunan tower dan pipa agar air bersih dapat tersalurkan ke ruang rawat inap.
Setibanya di lokasi, tim segera dibagi menjadi dua kelompok. Tiga tenaga medis bertugas di IGD dan Poliklinik RS dr. Muchtar Hasbi, sementara kelompok lainnya dikirim ke Kecamatan Langkahan, wilayah dengan jumlah masyarakat terdampak cukup besar. Dalam dua hari pertama, tim berhasil menangani hampir 200 pasien dengan berbagai keluhan kesehatan. “Kami mempersiapkan rumah sakit sebagai tempat rujukan. Jika ada pasien yang perlu dirawat inap, langsung diarahkan ke RS dr Muchtar Hasbi,” jelas Sudadi.
Selain memperkuat layanan di Aceh Utara, tim AHS UGM juga menyiapkan misi berikutnya ke Kabupaten Bener Meriah. Berdasarkan rekomendasi Pusat Darurat Krisis Kesehatan, wilayah tersebut meski tidak banyak terdampak, masih terisolir sehingga membutuhkan dukungan tenaga medis. “Satu tim tetap melanjutkan tugas di Lhoksukon, sementara tim lain akan ditempatkan di Bener Meriah. Saat ini kami sedang menyiapkan SDM untuk diberangkatkan,” tambahnya.
Rencananya, tim yang akan bertugas di Bener Meriah diberangkatkan pada Kamis (11/12/2025) setelah koordinasi lebih lanjut. Meski belum memiliki gambaran pasti mengenai kondisi di sana, Sudadi memperkirakan situasi tidak jauh berbeda dengan Lhoksukon sehingga komposisi tim yang diterjunkan akan serupa.