Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Transformasi Pramuka DIY

Sultan HB X dilantik sebagai Ketua Mabida Gerakan Pramuka DIY
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta memasuki masa bakti baru dengan arah transformasi yang ditegaskan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Usai dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka DIY periode 2025–2030, Sultan menekankan perlunya pembaruan agar Pramuka tetap relevan di tengah derasnya perubahan sosial, teknologi, dan budaya generasi muda.

img_title Yogyakarta Merayakan Kehidupan Budaya dengan Semangat “Manjing Ajur Ajer”

Pelantikan berlangsung di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, dipimpin Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso. Dalam pidatonya, Sultan menyampaikan bahwa Pramuka harus mampu membaca tanda-tanda zaman dengan kejernihan batin dan keluasan wawasan. Ia menekankan pentingnya modernisasi pedagogi, penguatan nilai kebangsaan yang inklusif, serta pembaruan tata kelola dan kaderisasi. Menurutnya, generasi muda hidup dalam dunia yang cair dan sarat informasi, sehingga Pramuka harus menjadi ruang pendidikan yang inspiratif, bukan sekadar ritual administratif.

Sultan menambahkan, nilai-nilai luhur seperti keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan tetap harus dijaga, namun perlu diterjemahkan dalam kerangka masyarakat demokratis yang menjunjung kesetaraan dan kebebasan berpendapat. Ia menekankan bahwa Pramuka harus melahirkan pemimpin muda yang tidak hanya patuh aturan, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan mampu menimbang keputusan dengan kejernihan moral. “Pramuka tidak sekadar bertahan, tetapi ngrembaka, tumbuh menjadi gerakan yang relevan, adaptif, dan berdaya cipta bagi masa depan bangsa,” tegasnya.

img_title Tandur Muda DIY: UGM dan Pemda DIY Dorong Regenerasi Petani Muda

Dalam kesempatan yang sama, Sultan melantik kepengurusan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarda DIY masa bakti 2025–2030. Jabatan Ketua Kwarda kini dipegang GKR Hayu, menggantikan GKR Mangkubumi, sementara Ketua LPK dipercayakan kepada Didik Wardaya. Sultan berharap kepengurusan baru dapat menjadi teladan bagi anggota muda dan menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana organisasi. Ia menegaskan bahwa dana yang dikelola harus mencerminkan tanggung jawab publik dan lebih baik lagi jika analisis dampaknya dapat menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyebut pelantikan ini sebagai momentum penting bagi perjalanan Pramuka DIY. Ia menilai tantangan generasi muda semakin kompleks, sehingga Pramuka harus hadir sebagai benteng moral dan pusat pendidikan karakter yang adaptif, inovatif, namun tetap berakar pada nilai Pancasila dan Dasa Dharma. Menurutnya, DIY memiliki modal besar untuk menjadi percontohan pembinaan kepramukaan, dengan kekayaan budaya, pendidikan, dan kreativitas yang dimiliki.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title PSIM Yogyakarta Cari Restu Sri Sultan Jelang Musim Baru