Candi Prambanan dan Borobudur Masih Jadi Primadona Bagi Wisatawan

Direktur Utama BPOB Agustin Peranginangin
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Cahyo PE

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Yogyakarta diprediksi akan mengalami kenaikan jumlah wisatawan di masa Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Diperkirakan 9 juta wisatawan akan masuk ke wilayah Yogyakarta.

img_title Borobudur Jadi Saksi Kebersamaan Penyintas Kanker Anak dalam Indonesian Childhood Cancer Survivors Camp 2026

"Kunjungannya cukup tinggi, apalagi ini jalan kan juga cukup baik. Artinya, wisatawan tidak hanya bisa mengakses moda transportasi umum, tetapi bisa menggunakan kendaraan pribadi," kata Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) Agustin Peranginangin, baru-baru ini.

Agustin menyebut sejumlah tempat wisata di Yogyakarta akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tempat wisata ini diantaranya adalah Keraton Yogyakarta, Malioboro, Candi Prambanan maupun Candi Borobudur.

img_title Sleman Mantapkan Langkah Menuju Kota Kreatif UNESCO Bidang Film

Agustin menuturkan BPOB menyiapkan sejumlah tempat wisata di kawasan penyangga Candi Borobudur yang diprediksi akan menjadi salah satu tempat wisata yang dikunjungi wisatawan di Nataru. "Biar tidak hanya terjadi di Candi Borobudur saja dan kawasan penyangga juga. Jangan terpusat. Kalau terpusat kan, harus ada strateginya seperti itu," ucap Agustin.

Agustin mengatakan, promosi terus-menerus dilakukan termasuk dengan mendorong untuk memperbanyak paket-paket wisata. Agustin mencontohkan kawasan Candi Borobudur, misalnya, juga akan ada kegiatan di malam tahun baru dan di Candi Prambanan. "Pengalaman kita tahun baru sebelumnya di Borobudur dan Prambanan cukup tinggi," terang Agustin. 

img_title InJourney Hadirkan Pengalaman Wisata Berkesan di Hari Pelanggan Nasional 2026

Agustin menambahkan wisatawan domestik di kawasan otorita Borobudur sudah sangat tinggi. Sementara itu, wisatawan mancanegara masih menjadi tantangan.  "Wisatawan mancanegara yang menggunakan penerbangan langsung di 100.000-an, sedangkan lewat daerah lain, seperti Jakarta, Bali dan Surabaya sekitar 400-an ribu. Industri pariwisata ke depan akan didorong ke yang berbasis pengalaman dan olahraga," tutup Agustin.