Pemkot Yogya komit pada Sekolah Negeri Gratis dan Pendidikan Inklusif

Walikota Yogyakarta dr Hasto Wardoyo
Sumber :
  • Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA,  VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan kembali arah pembangunan yang berfokus pada manusia. Tanpa sumber daya alam yang bisa diandalkan, menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama untuk mencetak generasi unggul sekaligus menjaga masa depan kota.

img_title Jogja Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Expo Bisnis, Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional hingga Global

Dalam kegiatan Advokasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan di Balai Kota, Rabu (24/12/2025), Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo menekankan pentingnya pembangunan berbasis manusia. “Kalau kita ingin maju, manusianya harus dikembangkan. Pembangunan kita harus berpusat pada manusia,” ujarnya.

Hasto menegaskan branding Yogyakarta sebagai kota pelajar tidak boleh berhenti pada slogan. Kualitas pendidikan harus benar-benar unggul, berkarakter, dan inklusif. Ia mengingatkan bahwa meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Yogyakarta sudah mencapai 89, tertinggi secara nasional, tantangan tetap ada, terutama dalam hal etos kerja dan produktivitas. “Jangan sampai kita menjadi kota yang menua tapi belum sejahtera. Pendidikan adalah jalan untuk mencegah itu,” katanya.

img_title Wagub DIY dan Kapolda Baru Sepakat Selaraskan Penanganan Dinamika Sosial

Kondisi demografi yang menunjukkan angka kelahiran rendah dan proporsi lansia tinggi menjadi perhatian serius. Menurut Hasto, jika tidak diimbangi dengan SDM produktif, generasi muda akan terbebani sebagai sandwich generation. Karena itu, ia menegaskan kebijakan pendidikan gratis di sekolah negeri sebagai bentuk kehadiran negara bagi masyarakat miskin. “Sekolah negeri harus menjadi garda terdepan. Tidak boleh ada warga miskin yang ditolak,” tegasnya.

Pemerintah Kota juga memastikan pendidikan inklusif berjalan di semua lini. Penyandang disabilitas dijamin mendapat layanan pendidikan gratis, baik di sekolah negeri maupun swasta, melalui dukungan lintas sektor. “Semua difabel gratis, ini sudah kita jalankan,” tambah Hasto.

img_title 15 Tahun KUSTOMFEST: “High Octane” Pacu Kreativitas Builder Kustom Indonesia

Meski demikian, ia mengakui masih ada persepsi bahwa sekolah negeri kalah kualitas dibanding swasta. Hal ini menjadi tantangan yang harus dijawab dengan peningkatan mutu layanan. “Kalau sekolah negeri tidak berkualitas, itu kesalahan pemerintah. Kita harus benahi,” ujarnya.

Ke depan, setiap sekolah negeri di Yogyakarta didorong memiliki keunggulan masing-masing, baik akademik, olahraga, seni budaya, riset, maupun bahasa, sehingga mampu menjadi pusat keunggulan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menambahkan bahwa capaian SPM Pendidikan Kota Yogyakarta saat ini berada di peringkat keempat nasional dari 514 kota. “Capaian ini baik, tapi sebagai kota pendidikan kita dituntut terus meningkatkan indikator SPM,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title