Libur Natal dan Tahun Baru 2025: DIY Dibanjiri 2 Juta lebih Kendaraan
- CCTV Pemkot Jogja
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Menjelang akhir tahun 2025, Yogyakarta kembali menjadi magnet besar bagi arus kendaraan dari berbagai daerah. Dinas Perhubungan DIY mencatat hingga 24 Desember, jumlah kendaraan yang keluar dan masuk wilayah ini menembus angka dua juta unit. Dari total tersebut, lebih dari 1,1 juta kendaraan tercatat masuk, sementara sekitar 1,04 juta kendaraan meninggalkan DIY. Lonjakan ini jelas menunjukkan betapa libur Natal dan Tahun Baru masih menjadi momentum utama bagi wisatawan untuk berkunjung ke kota budaya ini.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY, Rizki Budi Utomo, menjelaskan bahwa pola kepadatan berbeda dari hari biasa. Tidak adanya mobilitas pelajar di pagi hari membuat arus kendaraan baru terasa mulai siang, lalu meningkat tajam hingga malam. Pemantauan dilakukan dari sepuluh pos pengamatan, mulai dari Gerbang Samudra Raksa Kalibawang, Temon PJR, Jalur Daendels Congot, hingga titik-titik di Prambanan, Tempel, Gedangsari, Semin, dan Rongkop. Dari semua titik itu, Prambanan dan Tempel menjadi pintu masuk paling padat, sementara fenomena menarik juga terlihat di Jembatan Kabanaran, Bantul, di mana bus wisata berhenti dan penumpang turun untuk berfoto, sekaligus memicu aktivitas warga yang berjualan di sekitar lokasi.
Dominasi kendaraan dari luar daerah terlihat jelas dari nomor polisi yang terpantau. Mobil pribadi dan bus pariwisata mendominasi arus masuk, sejalan dengan tren wisata akhir tahun di Yogyakarta. Data dari Dinas Pariwisata DIY menunjukkan bahwa Malioboro mampu menyedot lebih dari 100 ribu pengunjung per hari selama libur Nataru, sementara destinasi lain seperti Kaliurang dan pantai-pantai Gunungkidul juga mengalami lonjakan signifikan. Tak hanya kendaraan pribadi, moda transportasi publik pun ikut padat. Hingga 24 Desember, jumlah penumpang kereta api yang datang mencapai 21.917 orang, sedangkan penumpang berangkat tercatat 21.313 orang. Angka ini menegaskan bahwa kereta masih menjadi pilihan utama wisatawan dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub DIY melakukan penyesuaian durasi lampu lalu lintas melalui sistem Area Traffic Control System. Personel Dishub memantau pola arus sejak pukul dua siang, lalu menyesuaikan pengaturan lampu hingga malam hari. Upaya ini dilakukan agar antrean panjang di simpang utama bisa dikurangi, meski kepadatan tetap tak terhindarkan di jalur menuju kawasan wisata. Koordinasi dengan kepolisian juga dilakukan untuk rekayasa lalu lintas di jalur-jalur populer.