Parik Paga: Solidaritas Yogya untuk Sumatra
- Humas Pemkot Yogya
BANTUL, VIVA Jogja – Komunitas Parik Paga, yang dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan, menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Sumatra Barat. Aksi ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat melepas rombongan kendaraan pengangkut bantuan di Posko Parik Paga.
Dalam kesempatan itu, Hasto menyampaikan rasa bangga atas semangat gotong royong yang ditunjukkan komunitas Parik Paga. Menurutnya, aksi nyata tersebut mencerminkan bahwa nilai kebersamaan dan solidaritas masih hidup kuat di tengah masyarakat. “Apa yang dilakukan Parik Paga adalah bukti bahwa kepedulian sosial tetap menjadi kekuatan besar bangsa ini. Pemerintah Kota Yogyakarta sangat mengapresiasi langkah ini,” ujarnya.
Hasto menekankan bahwa dukungan masyarakat, termasuk komunitas sosial, memiliki peran penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Ia berharap gerakan ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk turut serta membantu mereka yang membutuhkan. “Sinergi antara pemerintah dan komunitas seperti Parik Paga harus terus terjalin, tidak hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga dalam kegiatan sosial lainnya,” tambahnya.
Ketua Parik Paga, AKBP Izmawazir, menjelaskan bahwa penggalangan dana dilakukan sejak 3 hingga 20 Desember 2025. Selama periode itu, komunitas berhasil menghimpun sekitar Rp300 juta dari anggota dan masyarakat yang ikut berpartisipasi. Dana tersebut diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, perabotan rumah tangga, serta perlengkapan kebersihan pribadi. “Alhamdulillah, berkat dukungan banyak pihak, kami bisa menyalurkan bantuan ini. Semoga dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra Barat,” katanya.
Bantuan dijadwalkan tiba di Sumatra Barat pada Minggu, 28 Desember 2025, dan langsung didistribusikan ke lokasi terdampak banjir. Izmawazir menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan bantuan segera dimanfaatkan oleh para korban.
Aksi Parik Paga menjadi cermin nyata bagaimana solidaritas masyarakat Yogyakarta menjangkau saudara-saudara di daerah lain. Di tengah bencana, kepedulian lintas wilayah ini bukan hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga menumbuhkan harapan bahwa semangat gotong royong masih menjadi perekat bangsa.