Rp 2,66 M Danais Wujudkan Balai Budaya Bendung

Balai Budaya Bendung
Sumber :
  • Istimewa

GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja - Kalurahan Bendung, Semin, kini resmi memiliki Balai Budaya yang dibangun melalui dukungan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2025. Peresmian beberapa waktu lalu di depan Balai Kalurahan Bendung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, bersama Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi. Kehadiran balai budaya ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Kalurahan Bendung menuju desa mandiri budaya berbasis kearifan lokal.

img_title Semarak Kebersamaan Lansia dan PAUD Mantrijeron Jadi Wadah Pelayanan Publik

Dana sebesar Rp2,66 miliar dialokasikan untuk berbagai program pembangunan, dengan Rp1,6 miliar di antaranya difokuskan pada pembangunan fisik Balai Budaya. Sisanya digunakan untuk program rumah layak huni, reformasi kalurahan, serta pembangunan embung pertanian senilai Rp750 juta. Lurah Bendung, Didik Rubianto, menegaskan bahwa pemanfaatan danais dirancang secara terukur dan berorientasi jangka panjang. Balai Budaya, menurutnya, menjadi fondasi integrasi potensi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Bendung.

Dalam sambutannya, Bupati Endah menekankan bahwa pelestarian budaya lokal adalah modal utama bangsa agar tidak tergerus arus globalisasi. Ia menyebut Balai Budaya Bendung sebagai sarana olah kriya budaya, tempat seniman, pemikir, dan masyarakat bersatu memajukan potensi lokal. Endah juga menambahkan bahwa fasilitas baru ini memberi ruang representatif bagi warga untuk mengembangkan potensi budaya sekaligus ekonomi demi kesejahteraan bersama.

img_title Sawah Terpal di Gunungkidul, Inovasi Pertanian Lahan Kering untuk Masa Depan

Apresiasi turut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi. Menurutnya, pembangunan Balai Budaya Bendung mencerminkan kolaborasi erat antara pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan lokal. Ia menilai keberadaan balai budaya bukan hanya simbol pelestarian, melainkan ruang hidup bagi aktivitas seni dan kebudayaan masyarakat. Dian berharap manfaatnya dapat dirasakan luas, tidak hanya oleh warga Bendung tetapi juga masyarakat Gunungkidul secara keseluruhan.

Dengan diresmikannya Balai Budaya Bendung, pemerintah kalurahan optimistis fasilitas ini akan menjadi pusat pergerakan masyarakat. Harapannya, balai budaya tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi pilar ekonomi melalui pariwisata pertanian dan pengembangan UMKM. Kalurahan Bendung pun meneguhkan langkahnya sebagai desa mandiri budaya, sekaligus membuka peluang kesejahteraan baru bagi warga di wilayah timur Gunungkidul.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal