Lonjakan Konsumsi Listrik di DIY Saat Libur Nataru Capai 16 Persen

PLN Grobogan
Sumber :
  • IST

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 membawa dampak signifikan terhadap pemakaian energi di Daerah Istimewa Yogyakarta. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta mencatat rata-rata konsumsi listrik sepanjang 25 hingga 31 Desember 2025 mencapai 589 megawatt (MW), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

img_title Wagub DIY dan Kapolda Baru Sepakat Selaraskan Penanganan Dinamika Sosial

PLH Manager PLN UP3 Yogyakarta, Dafrioko dalam keterangan tertulisanya menjelaskan bahwa pada akhir tahun 2024 beban listrik hanya berada di angka 506 MW. Artinya, terjadi kenaikan sebesar 83 MW atau sekitar 16 persen. Menurutnya, lonjakan ini tidak lepas dari meningkatnya aktivitas masyarakat dan derasnya arus wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta selama libur panjang.

“Hotel penuh, pusat belanja ramai, kawasan wisata padat, dan mobilitas masyarakat meningkat. Semua itu berkontribusi pada naiknya konsumsi listrik,” ungkapnya.

img_title 15 Tahun KUSTOMFEST: “High Octane” Pacu Kreativitas Builder Kustom Indonesia

Dafrioko menambahkan, tren tersebut sekaligus menjadi cermin tumbuhnya perekonomian daerah. Sektor pariwisata, UMKM, kuliner, penginapan, hingga pusat oleh-oleh merasakan dampak positif dari meningkatnya penggunaan energi. “Kenaikan konsumsi listrik menjadi indikator bahwa roda ekonomi lokal bergerak lebih cepat. Pendapatan pelaku usaha diharapkan ikut terdongkrak,” ujarnya.

Untuk menjaga keandalan pasokan selama periode sibuk tersebut, PLN UP3 Yogyakarta menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Penguatan sistem kelistrikan dilakukan, personel siaga disiapkan, dan pengamanan pasokan difokuskan pada titik-titik prioritas seperti kawasan wisata, rumah ibadah, fasilitas publik, serta pusat keramaian.

img_title Kreativitas Daur Ulang Warnai Karnaval HUT ke-270 Kota Yogyakarta

“Komitmen PLN adalah menghadirkan listrik yang andal demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan, sekaligus mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta,” tutup Dafrioko.