Yogya Dorong Emberisasi, Targetkan 50 Ton Sampah Organik Basah

Pengumpulan sampah organik di Kota Yogya
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja   Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat pengelolaan sampah organik dari hulu. Salah satu langkah yang kini digencarkan adalah program emberisasi, yakni pemilahan dan pengumpulan sampah organik basah menggunakan ember di tingkat rumah tangga.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, strategi ini bertujuan menekan volume sampah yang masuk ke depo. “Sampah organik mendominasi sekitar 60 persen. Jika bisa dikelola, maka hanya 40 persen residu yang tersisa dan itu masih bisa diolah di unit pengelolaan sampah Pemkot,” ujarnya.

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sepanjang tahun lalu emberisasi berhasil mengumpulkan 25 ton sampah organik basah atau setara 1.000 ember. Tahun ini, targetnya meningkat dua kali lipat menjadi 50 ton.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT Festival 2026

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan DLH Kota Yogyakarta, Supriyanto, menyebut rata-rata pengumpulan harian kini sudah mencapai 1.100 ember atau sekitar 27,5 ton. Sampah tersebut disalurkan ke mitra offtaker, termasuk peternak ayam, bebek, ikan, babi, hingga pengelola maggot. “Ada 45 titik penjemputan di seluruh wilayah kota. Semua kelurahan sudah melaksanakan emberisasi,” jelasnya.

Selain sampah basah, Pemkot juga menjemput sampah organik kering seperti daun dan dahan pohon. Rata-rata tiga truk per hari atau sekitar 7,5 ton dikirim ke unit pengolahan pupuk organik di Pasar Satwa dan Tanaman Hias, serta lokasi lain yang sedang disiapkan di Tegalrejo dan Tegalgendu.

img_title Pemkot Yogyakarta Lepas 446 Mahasiswa KKN, Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Bangun Kampung

Pemkot telah membagikan ribuan ember kepada penggerobak di 45 kelurahan. Mereka bertugas mengambil sampah organik basah dari rumah tangga, sementara masyarakat diminta mengumpulkan sampah organik kering di titik kelurahan untuk dijemput DLH.

Dengan langkah ini, Pemkot berharap kesadaran warga dalam memilah sampah semakin meningkat sehingga pengelolaan lebih efisien dan berkelanjutan.