Kunjungan Perpustakaan Kota Yogya Tembus 163 Ribu

Minat pengunjung perpustakaan Kota Yogya cukup Tinggi
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Minat masyarakat terhadap layanan perpustakaan di Kota Yogyakarta terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, tercatat 163.210 kunjungan di berbagai layanan, mulai dari Perpustakaan Kotabaru (66.250 kunjungan), Perpustakaan Pevita (21.959 kunjungan), hingga perpustakaan keliling yang mencapai 75.001 kunjungan.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta, Nunun Zulaikha, menyebut capaian ini naik dibandingkan tahun sebelumnya. “Strategi perpanjangan jam operasional dan variasi layanan terbukti efektif menarik minat masyarakat,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Perpustakaan kini buka hingga pukul 20.00 WIB pada Senin–Kamis, memberi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk belajar di luar jam kerja. Selain itu, program promosi buku Seruni melalui media sosial dan layanan unggulan Gantari yang fokus pada literasi naskah kuno serta budaya lokal turut memperkaya pengalaman pengunjung.

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

Perpustakaan Pevita yang dibranding sebagai perpustakaan anak juga mencatat kontribusi signifikan, dengan 70 persen layanan difokuskan untuk anak. “Kami ingin anak-anak merasa nyaman sekaligus terinspirasi di ruang baca yang lebih luas,” kata Nunun.

Lonjakan kunjungan juga terjadi pada momen khusus seperti Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan. Saat libur sekolah, jumlah pengunjung harian bisa mencapai 400 orang, termasuk layanan keliling.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

Memasuki 2026, DPK menyiapkan inovasi baru, di antaranya kelas parenting online di Perpustakaan Anak Pevita serta program Rotate Your Book yang mendorong masyarakat menukar buku layak baca dengan koleksi donasi.

“Perpustakaan bukan sekadar tempat meminjam buku, melainkan ruang belajar inklusif dan rekreatif bagi semua lapisan masyarakat,” tegas Nunun.