Gempa Tektonik Bantul M4,5 Akibat Sesar Opak, Tidak Berpotensi Tsunami
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Wilayah Bantul dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa (27/01/2026) pukul 13.15 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo M4,5 dengan episenter di darat, tepatnya 16 kilometer arah timur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada kedalaman 11 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. “Lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan bahwa gempa ini dipicu oleh pergerakan Sesar Opak. Masyarakat tidak perlu panik karena gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah DIY seperti Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman, dan Kota Yogyakarta, serta di beberapa daerah Jawa Tengah seperti Klaten, Wonogiri, Purworejo, Magelang, hingga Solo, Pacitan, dan Trenggalek. Intensitas gempa tercatat pada skala II MMI, yang digambarkan seperti getaran truk bermuatan melintas atau benda-benda ringan bergoyang.
Hingga pukul 13.45 WIB, BMKG mencatat adanya 14 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M2,0. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
Ardhianto menambahkan, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. “Pastikan informasi resmi hanya diperoleh dari BMKG melalui kanal komunikasi yang terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, website bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, maupun kanal InaTEWS BMKG,” tegasnya.
BMKG juga mengingatkan bahwa wilayah DIY memang rawan gempa karena berada di jalur sesar aktif. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan selalu waspada dan memahami langkah mitigasi, seperti mengenali titik aman di rumah maupun tempat kerja, serta memastikan bangunan memiliki konstruksi yang tahan gempa.
Dengan kondisi gempa yang relatif kecil dan tidak menimbulkan kerusakan, aktivitas masyarakat di Bantul dan sekitarnya tetap berjalan normal. Namun, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan karena aktivitas sesar di wilayah DIY masih terus terjadi.