Yogya kebut Program Tanpa Rumput untuk Sambut Wisatawan
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya menjaga kebersihan dan estetika ruang publik melalui program Jogja Tanpa Rumput. Program ini menjadi bagian dari strategi pemeliharaan kota yang menyasar pembersihan rumput liar, tumbuhan tak terawat, serta sampah organik di sepanjang jalan dan trotoar.
Sejak Jumat pagi, ratusan petugas Satpol PP bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun langsung ke kawasan Kotabaru. Mereka bekerja sejak pukul 07.00 WIB, membersihkan trotoar di Jalan Ungaran dan Jalan Merbabu dari rumput liar, dedaunan, serta ranting yang mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Lebih dari 120 personel dilibatkan, dengan dukungan sepuluh kendaraan operasional dan peralatan kebersihan untuk mengangkut hasil kerja bakti.
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan implementasi nyata dari program Jogja Tanpa Rumput yang dilaksanakan secara berkala. Menurutnya, pembersihan trotoar dan ruang publik bertujuan memperbaiki estetika kota agar lebih representatif sebagai destinasi wisata sekaligus tempat tinggal yang nyaman.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam beberapa kesempatan sebelumnya menekankan bahwa Jogja Tanpa Rumput tidak hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga momentum membangun kesadaran kolektif warga untuk ikut menjaga ketertiban ruang publik. Data DLH menunjukkan, sepanjang Januari 2026, program ini telah menghasilkan lebih dari 15 ton sampah organik dari berbagai titik pembersihan di kota.
Dengan keberlanjutan program ini, Pemkot berharap Yogyakarta dapat tampil sebagai kota yang bersih, rapi, dan layak dikunjungi sepanjang tahun. Lebih dari itu, Jogja diharapkan menjadi teladan nasional dalam pengelolaan ruang publik yang berorientasi pada kenyamanan warga sekaligus daya tarik wisata.