Walikota Jogja Tekankan SDM dan Perubahan Pola Pikir Hadapi Tantangan Demografi

Walikota Yogya Hasto Wardoyo
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi tumpuan utama Kota Yogyakarta dalam menghadapi tantangan demografi dan keterbatasan sumber daya alam. Menurutnya, karakter Yogyakarta yang minim sumber daya alam menuntut masyarakat untuk terus mengasah kapasitas berpikir, berinovasi, dan berdaya saing.

img_title Jam Belajar Masyarakat di Sorosutan, Pemkot Yogyakarta Perkuat Kolaborasi Pendidikan Anak

“Kalau di Yogyakarta ini, khususnya di kota, kalau tidak memeras otak, kita tidak bisa sejahtera. Oleh karena itu, pendidikan dan kualitas SDM menjadi fokus utama kami,” ujar Hasto dalam Diskusi Pandu Negeri bertema Humanity and Social Solidarity: Pendidikan, Keadilan, dan Hak Generasi di Taman Budaya Embung Giwangan.

Hasto membandingkan kondisi Jogja dengan daerah lain yang masih memiliki sumber daya alam sebagai penopang ekonomi. “Waktu saya jadi Bupati di Kulonprogo, menjual kambing bisa, batu bisa, pasir ada. Tapi di kota ini, kalau tidak mengandalkan kualitas manusia, kita tidak punya apa-apa,” katanya.

img_title Yogyakarta Disiapkan Jadi Model Nasional Pengukuran Demokrasi Tingkat Kota

Selain keterbatasan sumber daya alam, ia menyoroti tantangan demografi berupa rendahnya angka kelahiran dan meningkatnya jumlah lansia. Angka kelahiran di Jogja rata-rata hanya 1,65, jauh di bawah angka ideal 2,1. “Penduduk kita mulai menua. Lansia sudah mencapai 16,2 persen dan ini tentu menjadi tekanan tersendiri bagi daerah karena aging population itu nyata,” ucapnya.

Namun, kualitas SDM Jogja juga masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari kasus stunting, keterampilan tenaga kerja yang belum optimal, hingga meningkatnya gangguan kesehatan mental di kalangan remaja. “Hari ini remaja kita yang mengalami mental disorder itu sekitar 9,8 persen, naik dari 6,1 persen sepuluh tahun lalu. Ini tantangan baru yang harus kita hadapi bersama,” tambahnya.

img_title Ditata Jadi Wisata Sungai, Bantaran Winongo Disiapkan Punya Perahu Wisata dan Ruang Ekonomi Baru

Kritik terhadap “Inovasi Semu”

Dalam forum Public Lecture Series 002 yang digelar Pandu Negeri di lokasi yang sama, Hasto melontarkan kritik reflektif mengenai fenomena “Inovasi Semu” yang menjangkiti birokrasi dan dunia pendidikan Indonesia. Ia menekankan bahwa perubahan besar bangsa harus dimulai dari perubahan perilaku, bukan sekadar kecepatan administrasi.

“Banyak inovasi yang kita banggakan hari ini sebenarnya hanya Just Normal Science. Kerjanya memang terlihat cepat, seperti cetak akta hari ini juga, tapi tidak menyentuh akar masalah yaitu perubahan pola pikir (Change of Mindset),” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title