KPK Dorong Perguruan Tinggi Jadi Garda Depan Integritas

Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo
Sumber :
  • Humas KPK

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun budaya integritas di Indonesia. Di tengah tata kelola yang semakin rumit, praktik korupsi sering kali tersembunyi di balik prosedur administratif yang tampak sah. Karena itu, KPK menekankan perlunya pencegahan melalui pembenahan sistem sekaligus penanaman nilai integritas pada para pengambil kebijakan.

img_title Kampus Berkelanjutan Jadi Motor Perubahan Sosial

Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, dalam kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta (Polkesyo). Dengan tema “Membangun Budaya Integritas di Perguruan Tinggi”, forum tersebut menegaskan peran sivitas akademika sebagai garda depan pembentukan karakter antikorupsi. Ibnu menekankan bahwa kampus bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga teladan moral, karena mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Ia menambahkan bahwa korupsi tidak selalu lahir dari niat individu, melainkan sering muncul akibat kelemahan sistem yang membuka ruang penyimpangan.

Dalam paparannya, Ibnu menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Yang lebih mendasar adalah memperbaiki tata kelola dan memperkuat integritas individu agar setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat. Ia menyinggung hasil Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2025 yang menunjukkan skor Indonesia turun menjadi 34 dari 100, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Posisi Indonesia pun berada di peringkat 109 dari 182 negara. Menurutnya, penurunan ini mencerminkan tantangan serius dalam pengelolaan anggaran, kualitas layanan publik, serta efektivitas pemerintahan dan sektor usaha.

img_title UGM Kembangkan Rumah Skrining dan Radiografi Keliling untuk Percepatan Eliminasi TB

Sehari sebelumnya, Ibnu juga menekankan pentingnya Pendidikan Antikorupsi (PAK) dalam kuliah umum di Polkesyo. KPK melalui Direktorat Jejaring Pendidikan telah mengembangkan berbagai program, mulai dari advokasi kebijakan, penyusunan standar kompetensi, pelatihan tenaga pendidik, hingga penguatan kegiatan mahasiswa. Implementasi PAK dilakukan dengan mengintegrasikan nilai integritas ke dalam kurikulum serta memperkuat ekosistem pendidikan, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada teori, melainkan benar-benar membentuk kesadaran dan praktik integritas yang berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2025, KPK juga memperkuat kapasitas di sejumlah institusi strategis seperti Politeknik Pengayoman Indonesia, Politeknik Statistika, dan Politeknik Transportasi Darat Indonesia. Upaya ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan aparatur yang berintegritas. Ibnu menegaskan bahwa tanpa budaya integritas yang kokoh, penindakan saja tidak akan cukup. Ia menutup dengan pesan bahwa perubahan hanya akan terjadi jika setiap individu berkomitmen memperbaiki diri sekaligus sistem di sekitarnya. Momentum Ramadhan pun dimaknai sebagai waktu refleksi untuk memperkuat integritas pribadi dan komitmen kebangsaan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title UGM Luncurkan Portal AI Tech4Disaster untuk Perkuat Penanganan Bencana di NTT