Kenaikan Harga Kebutuhan di Bantul masih wajar
- Dok Humas Bantul
BANTUL, VIVA Jogja – Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman dan harga komoditas pokok terkendali. Meski terjadi fluktuasi pada beberapa komoditas, pergerakan harga dinilai masih dalam batas wajar sehingga masyarakat diimbau tidak panik dan dapat berbelanja dengan tenang.
Kepastian ini diperoleh setelah TPID melakukan pemantauan langsung di Pasar Imogiri serta distributor bawang merah Tegalrejo, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul.
Pemantauan dilakukan secara rutin karena periode ini berdekatan dengan sejumlah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Idulfitri, dan Paskah, yang biasanya memicu peningkatan permintaan bahan pangan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana; Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto; Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto; Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanto; Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budiraharja; serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan menjelang momentum besar keagamaan.
Tri Saktiyana menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan stok pangan secara umum aman, distribusi berjalan lancar, dan harga relatif terkendali. Ia menekankan bahwa bawang merah menjadi salah satu komoditas andalan Bantul dengan stok yang sangat mencukupi. Sementara itu, harga daging ayam, cabai, dan bawang merah memang bersifat dinamis, namun hal tersebut merupakan karakter pasar yang sudah berlangsung lama. “Kenaikan harga daging ayam ras yang kini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan selama Ramadan hingga Lebaran. Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.
Langkah antisipasi yang dimaksud antara lain operasi pasar sesuai perkembangan harga dan kebutuhan masyarakat. Bulog juga siap mendukung dengan memastikan stok beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya tetap aman. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan bahan pangan.
Eling Priswanto menambahkan, TPID DIY bersama TPID kabupaten/kota serta Satgas Pangan secara rutin melakukan pemantauan harga menjelang Lebaran. Dari hasil pemantauan, beberapa komoditas pangan memang mengalami fluktuasi, namun masih dalam taraf wajar. Bahkan, cabai dan bawang merah justru mengalami penurunan harga, menandakan stok tersedia dan kondisi pasar relatif aman.