28 Masjid Ramah Pemudik di Kulonprogo Siap Layani 24 Jam
- Dok Pemkab Kulonprogo
KULONPROGO, VIVA Jogja – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulonprogo bersama Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta sejumlah instansi terkait melakukan pemantauan kesiapan Masjid Ramah Pemudik dan Pos Terpadu Mudik Lebaran, Senin (16/03/2026).
Bupati Kulonprogo, Dr Agung Setiawan, menegaskan bahwa keberadaan Masjid Ramah Pemudik yang terintegrasi dengan Pos Terpadu Mudik Lebaran merupakan bentuk perhatian besar negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Kenyamanan dan fasilitas adalah kunci melayani para pemudik. Dengan fasilitas yang lengkap, perjalanan mudik akan terasa lebih aman dan lancar. Jika lelah atau mengantuk, silakan singgah di Pos Terpadu Mudik Lebaran maupun Masjid Ramah Pemudik yang tersedia di Kulonprogo,” ujarnya.
Agung menambahkan, setiap Pos Terpadu Mudik Lebaran telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari kopi gratis, pemeriksaan kesehatan, bengkel motor gratis, ruang laktasi, hingga sarana hiburan. Pos-pos tersebut ditempatkan bersebelahan dengan masjid sehingga pemudik dapat beristirahat sekaligus beribadah dengan nyaman.
28 Masjid Ramah Pemudik
Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 28 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di lokasi strategis sepanjang jalur mudik. “Masjid Ramah Pemudik dibuka selama 24 jam penuh. Fasilitas yang tersedia antara lain kopi gratis, camilan, ruang laktasi, tempat tidur yang nyaman, bahkan ada yang menyediakan layanan pijat gratis,” jelas Jamil.
Menurutnya, keberadaan masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat layanan sosial yang ramah bagi pemudik. Dengan dukungan berbagai pihak, masjid di Kulonprogo diharapkan menjadi titik singgah yang aman, nyaman, dan menenangkan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.
Kolaborasi Lintas Instansi
Program Masjid Ramah Pemudik merupakan hasil kolaborasi lintas instansi. Pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga terkait bersinergi untuk memastikan setiap fasilitas berfungsi optimal. Pos Terpadu Mudik Lebaran yang terintegrasi dengan masjid juga menjadi pusat koordinasi dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik.
Bupati Agung menekankan bahwa kolaborasi ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat. “Mudik adalah tradisi besar bangsa kita. Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” katanya.