Kulonprogo Sambut 100 Ribu Wisatawan di Libur Lebaran 2026
- Istimewa
VIVA Jogja - Libur Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti masyarakat Indonesia. Selain menjadi ajang silaturahmi, periode ini juga menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk berwisata bersama keluarga. Tahun 2026, Kabupaten Kulonprogo diprediksi akan menjadi salah satu destinasi favorit di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Pariwisata setempat memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan selama Idul Fitri 1447 H/2026 akan mencapai sekitar seratus ribu orang. Angka ini bukan sekadar perkiraan, melainkan hasil perhitungan berbasis data kunjungan tiga tahun terakhir dengan asumsi pertumbuhan moderat sebesar dua persen. Tren pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi dan kondisi wilayah yang stabil menjadi faktor utama yang mendukung optimisme tersebut.
Periode libur Lebaran tahun ini berlangsung cukup panjang, yakni enam belas hari mulai 14 hingga 29 Maret 2026. Durasi yang lebih lama memberi peluang besar bagi masyarakat untuk berwisata. Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Sutarman, S.STP., M.Eng., menyampaikan bahwa kondisi ekonomi yang relatif stabil turut mendorong peningkatan minat wisatawan. Menurutnya, libur panjang memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk berkunjung ke berbagai destinasi. Diversifikasi produk pariwisata yang semakin beragam, terutama destinasi berbasis masyarakat, menjadi daya tarik tersendiri yang membuat Kulonprogo semakin diminati.
Dari sisi kesiapan, Kulonprogo memiliki kekayaan destinasi yang siap menyambut wisatawan. Tercatat ada sepuluh destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah, dua puluh enam destinasi yang dikelola masyarakat, serta tiga puluh desa wisata yang menawarkan pengalaman autentik. Dari sisi akomodasi, tersedia dua puluh unit hotel dengan total seribu dua belas kamar. Rinciannya, tiga hotel berbintang empat, dua hotel berbintang tiga, dan lima belas hotel non-bintang. Kapasitas ini dipandang cukup untuk menampung lonjakan wisatawan selama libur Lebaran. Destinasi unggulan seperti Pantai Glagah, Waduk Sermo, hingga kawasan perbukitan Menoreh diperkirakan akan menjadi magnet utama. Sementara itu, desa wisata dengan atraksi budaya, kuliner lokal, dan kerajinan tangan semakin diminati oleh wisatawan domestik yang mencari pengalaman berbeda dari hiruk pikuk kota.
Untuk memastikan kenyamanan pengunjung, Dinas Pariwisata Kulonprogo menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah penerbitan surat edaran penyesuaian harga agar tarif jasa pariwisata tetap wajar dan tidak memberatkan wisatawan. Koordinasi lintas sektor dengan kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi terkait juga dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, penumpukan wisatawan, serta peningkatan volume sampah. Kebersihan destinasi menjadi perhatian utama, dengan penambahan petugas kebersihan dan pengawasan pengelolaan sampah agar lingkungan wisata tetap tertata. Fasilitas penunjang seperti toilet, area parkir, tempat ibadah, dan papan informasi juga diperbaiki untuk menjaga standar pelayanan. Di sisi promosi, Dinas Pariwisata mengoptimalkan media sosial resmi untuk menjangkau wisatawan lebih luas, dengan konten kreatif yang menampilkan keindahan dan keunikan Kulonprogo. Selama periode libur, pegawai Dinas Pariwisata akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan. Nomor kontak darurat juga disediakan sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat yang mungkin terjadi.