Gerakan Mudik Minim Sampah di Kulonprogo: Lebaran Ramah Lingkungan
- Bing Image Creator
KULONPROGO, VIVA Jogja - Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi momen penuh kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia. Namun, di balik semarak pertemuan keluarga, persoalan sampah kerap muncul sebagai tantangan serius. Menyikapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo meluncurkan gerakan Mudik Minim Sampah, sebuah inisiatif yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan selama periode mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Gerakan ini menekankan pentingnya langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap pemudik. Di antaranya membawa botol minum dan wadah makan sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, makan secukupnya agar tidak bersisa, serta memilah sampah sebelum dibuang. Kepala DLH Kulonprogo, Drs Heru Duana S, MM, menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idulfitri.
“Pemudik diharapkan bijak dalam meminimalisir timbulan sampah. Mulai dari hantaran minim sampah, zakat minim sampah, hingga pelaksanaan sholat Idulfitri yang tetap ramah lingkungan,” jelas Heru.
Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci
Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Persampahan dan Pertamanan, Ade Wahyudiyanto, menambahkan bahwa keberhasilan gerakan ini bergantung pada partisipasi masyarakat. “Mudik adalah momen kebersamaan yang penuh makna. Akan lebih indah jika kebahagiaan itu diiringi kepedulian terhadap lingkungan. Dengan mengurangi plastik dan memilah sampah, kita ikut menjaga Kulonprogo tetap bersih dan nyaman,” ujarnya.
Ade juga menekankan pentingnya kebiasaan membawa wadah makan saat bepergian, mengurangi kantong plastik, serta mengelola sampah sesuai jenisnya. Menurutnya, langkah kecil ini akan berdampak besar dalam menekan timbulan sampah selama masa mudik.
DLH Kulonprogo saat ini melakukan pemantauan di 38 titik, termasuk SPBU, terminal, stasiun, dan pasar. Tujuannya untuk memastikan kebijakan Mudik Minim Sampah berjalan efektif. Data menunjukkan bahwa timbulan sampah selama mudik cenderung meningkat sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat diimbau memanfaatkan tempat sampah sesuai jenis yang telah disediakan di area publik, rest area, maupun destinasi wisata. Edukasi mengenai pengelolaan sampah juga terus digencarkan melalui kampanye digital dan kegiatan masyarakat.