Sleman Optimistis Sambut Gelombang Wisatawan Lebaran 2026
- Bing Image Creative
SLEMAN, VIVA Jogja - Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah bersiap menghadapi lonjakan besar kunjungan wisatawan dan pemudik pada libur Lebaran 2026. Tidak hanya fokus pada kelancaran arus kedatangan, pemerintah daerah bersama pelaku usaha lokal menjadikan momentum ini sebagai peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan UMKM.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman, Yudi Prihantana, menegaskan bahwa Sleman terbuka bagi semua kalangan, mulai dari pemudik yang pulang kampung hingga investor yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku UMKM agar aktivitas ekonomi berjalan optimal selama Lebaran. Sleman siap menyambut masyarakat dari berbagai daerah,” ujarnya.
Berbagai sektor strategis telah dipetakan, mulai dari pasar tradisional, pusat kuliner, transportasi, hingga destinasi wisata unggulan. Menurut Yudi, arus mudik dan wisata menjadi peluang besar untuk meningkatkan pendapatan warga. “Kami berharap momentum Lebaran ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat. Pelaku usaha harus menjaga kualitas produk, menetapkan harga wajar, dan memberikan pelayanan terbaik agar kepercayaan wisatawan tetap terjaga,” tambahnya.
UMKM lokal juga digerakkan untuk memanfaatkan peluang ini. Produk khas Sleman seperti olahan salak pondoh, batik, hingga kerajinan tangan dipromosikan melalui pusat oleh-oleh dan pasar rakyat. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan transaksi UMKM hingga 30 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Ragam Destinasi Wisata
Sleman dikenal memiliki daya tarik wisata yang lengkap. Kawasan Kaliurang dan Gunung Merapi menjadi destinasi favorit untuk wisata alam, sementara Candi Prambanan tetap menjadi magnet utama wisata budaya. Selain itu, kuliner khas seperti jadah tempe, kopi klotok, dan sate klathak semakin memperkaya pengalaman wisatawan.
Wisatawan juga dapat singgah di pusat oleh-oleh seperti di Jalan Kaliurang, yang menawarkan beragam produk lokal. “Kami mengajak wisatawan untuk tidak hanya berkunjung, tetapi juga mendukung produk lokal Sleman,” kata Yudi.
Selain sektor wisata, Sleman juga dinilai memiliki potensi investasi yang menjanjikan. Pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha besar dan UMKM lokal. Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti, optimistis tingkat hunian hotel selama libur Lebaran akan meningkat signifikan. “Sleman menawarkan paket wisata lengkap, mulai dari alam, budaya, kuliner, hingga akomodasi yang memadai. Kami sudah menyiapkan strategi untuk meningkatkan layanan dan menghadirkan paket wisata keluarga,” jelasnya.