InJourney Sukses Kelola Arus Mudik dan Libur Lebaran 2026, Trafik Penumpang Naik 6,4 Persen

Pengunjung Candi Prambanan saat libur Lebaran 2026
Sumber :
  • Dok IDM

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, mencatat keberhasilan besar dalam mengelola arus mudik dan libur Lebaran 2026. Dengan koordinasi lintas pemangku kepentingan, kesiapan operasional bandara, serta integrasi layanan di destinasi wisata, InJourney memastikan mobilitas masyarakat berjalan lancar sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan. Momentum Lebaran yang identik dengan lonjakan pergerakan masyarakat berhasil diantisipasi melalui strategi yang matang, sehingga tidak hanya mencatat pertumbuhan trafik penumpang, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan di seluruh ekosistem yang dikelola.

img_title Sambut Waisak, Cahaya Lampion, Refleksi, Doa, dan Harapan di Borobudur

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa fokus perusahaan bukan semata pada peningkatan angka trafik, melainkan pada penciptaan pengalaman perjalanan yang menyeluruh. Menurutnya, masyarakat tidak hanya diantarkan sampai ke tujuan, tetapi juga diajak menikmati setiap proses perjalanan dengan lebih nyaman dan terintegrasi. Hal ini diwujudkan melalui penguatan customer experience di bandara, destinasi wisata, hingga sektor perhotelan dan ritel. “Momentum Lebaran adalah fase dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Kami memastikan kesiapan operasional, koordinasi lintas stakeholders, dan pelayanan yang optimal agar masyarakat dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujarnya.

Dari sisi aviasi, kinerja bandara-bandara di bawah InJourney Airports menunjukkan pertumbuhan signifikan. Selama periode 13–29 Maret 2026, tercatat 63.222 pergerakan pesawat, naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penumpang yang dilayani mencapai 8,87 juta orang, meningkat 6,4 persen secara tahunan. Pergerakan domestik menjadi penopang utama dengan 51.873 pergerakan pesawat dan lebih dari 7 juta penumpang, masing-masing tumbuh di atas 7 persen. Puncak arus mudik pada 18 Maret melayani 568.871 penumpang, sementara puncak arus balik 29 Maret mencapai 603.575 penumpang, naik hampir 15 persen dibandingkan tahun lalu. Angka ini menegaskan kesiapan bandara dalam menghadapi lonjakan trafik pada periode puncak.

img_title Pasca Lebaran 67 Perusahaan di DIY Belum bagikan THR

Selain itu, indikator pendukung seperti load factor kumulatif sebesar 81,6 persen, slot utilization 82,3 persen, serta realisasi 4.097 penerbangan tambahan menunjukkan bahwa kapasitas penerbangan dapat dimanfaatkan secara optimal. Jumlah rute penerbangan di 37 bandara mencapai 1.487 rute, bertambah 53 rute dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 247 maskapai yang beroperasi. Peningkatan konektivitas ini memperluas akses masyarakat ke berbagai destinasi wisata unggulan.

Halaman Selanjutnya
img_title