Ajudan Pj Gubernur Jateng Minta Maaf Secara Terbuka

Tri Antoro (ke-3 dari kanan) saat bersalaman dengan Wisnu.
Sumber :
  • VIVA Jogja/ist

"Kita sebagai jurnalis, insan pers atau wartawan, kalau meliput kita gak mungkin melukai pimpinan. Kita hanya bekerja mencari informasi dan mengkonfifmasi ke beliau dalam hal ini Pak Nana Sudjana," ungkap Wisnu.

img_title 19 November Hari Jurnalis Internasional: Ini Daftar Wartawan yang Tewas Dibunuh Kartel Narkoba

Sementara itu, Koordinator Bidang Advokasi AJI Kota Semarang M Dafi Yusuf mengapresiasi permintaan maaf Tri kepada Wisnu.

Dia menekankan, jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh UU dan tindakan menghalang-halangi jurnalis merupakan pelanggaran.

img_title Wartawan Korban Kekerasan Ajudan Pj Gubernur Jateng: Ada Retak Di Tulang Paha Saya

"Untuk itu menghalangi-halangi jurnalis dalam memperoleh informasi termasuk pelanggaran. Kami juga berharap kejadian ini bisa menjadi evaluasi bersama bahwa ketika kita wawancara pj gubernur hanya untuk mengonfirmasi kebenaran suatu peristiwa," ujar Dafi.

Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah Zainal Abidin Petir meminta agar kasus kekerasan terhadap wartawan yang dialami Wisnu tidak terjadi lagi.

img_title Jadi Korban Kekerasan, Advokat LBH Petir Siap Dampingi Wartawan Lapor Polisi

"Cara yang dilakukan Mas Tri Antoro adalah bentuk intimidasi dan menghalang-halangi tugas wartawan, dan diancam pidana penjara 2 tahun. Jadi, kalau sekarang minta maaf, ya harus diterima maafnya tapi jangan diulangi lagi, termasuk oleh para ajudan lainnya," tegas Zaenal Petir.

Zaenal meminta agar ajudan diberikan bimbingan teknis terkait cara menghadapi wartawan, sehingga tidak melakukan tindakan kekerasan yang melanggar hukum.