Jambore Relawan Sosial DIY 2026: Merajut Sinergi, Menguatkan Kapasitas
- Dok Pemda DIY
GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja – Semangat kebersamaan tampak jelas dalam pembukaan Jambore Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) DIY 2026 yang digelar di Bejiharjo Edupark, Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (16/04/2026). Acara yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan 450 relawan dari berbagai unsur sosial, mulai dari Karang Taruna, Tagana, TKSK, pendamping PKH, hingga lembaga kesejahteraan masyarakat.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam, menegaskan bahwa kesejahteraan sosial tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Menurutnya, relawan sosial adalah ujung tombak yang menghadapi langsung persoalan di lapangan. “Jambore ini bukan sekadar kegiatan bersama, melainkan ruang konsolidasi dan pembelajaran. Penguatan kapasitas PSKS adalah keharusan agar kerja sosial lebih terhubung, saling percaya, dan bergerak dalam tujuan yang sama,” ujarnya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut hangat kehadiran para relawan dari seluruh DIY. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan kemanusiaan yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat. “Tema ‘Berdaya Bermartabat’ menjadi momentum untuk menguatkan mental dan kapasitas kita. PSKS bukan sekadar pemberi bantuan, tetapi penggerak kemandirian masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada konsolidasi, tetapi juga aksi nyata. Sejak awal tahun, bantuan sosial telah disalurkan, termasuk santunan Rp145 juta bagi 500 anak yatim dan dhuafa serta bantuan operasional Rp40,3 juta untuk tiga Lembaga Kesejahteraan Sosial lokal. Selama jambore, relawan juga terlibat dalam pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga menghadirkan “Angkringan Konco Curhat” sebagai ruang konsultasi sosial yang santai bagi warga.
Komitmen terhadap lingkungan turut ditunjukkan melalui penanaman 400 bibit pohon nangka dan sirsak di kawasan Bejiharjo. Sebagai penutup, dilakukan pembersihan tempat ibadah serta penyerahan perlengkapan salat di Masjid An-Nur.
Dengan dukungan pemerintah provinsi, kabupaten, dunia usaha, dan masyarakat, Jambore PSKS DIY 2026 diharapkan menjadi titik balik penguatan jaring pengaman sosial di Yogyakarta. Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini menjadi simbol sinergi yang solid, responsif, dan bermartabat dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.