Saat Pasar Lelang Cabai Sleman Jadi Rujukan Harga di Pulau Jawa

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Eko Sugianto dan Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro
Sumber :
  • ist

SLEMAN, VIVA Jogja — Keberadaan Pasar Lelang Cabai dan Sayur yang dikelola Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) di Sleman dinilai mampu memperkuat posisi tawar petani sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas hortikultura.

img_title Sawah Terus Menyusut, Sleman Terbitkan Perda Baru Lindungi Petani

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Eko Sugianto, menjelaskan peran pemerintah daerah dalam pengelolaan pasar lelang lebih difokuskan pada pembinaan petani.

Mulai dari penyediaan sarana produksi hingga memastikan petani mendapatkan harga yang adil dalam transaksi dengan pedagang.

img_title Hadapi Cuaca Ekstrem, Sleman Perkuat Kampung Iklim demi Air dan Pertanian

“Pasar lelang ini mempertemukan petani dan pedagang secara langsung. Di sini terjadi negosiasi sehingga kedua belah pihak mendapatkan keuntungan yang adil,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebelum adanya pasar lelang, posisi petani cenderung lemah karena tidak mengetahui harga jual secara pasti saat menyerahkan hasil panen.

img_title Ratusan Hektare Sawah di Demak Puso Diterjang Banjir, Pemerintah Salurkan Bantuan Benih

Bahkan, dalam praktik sebelumnya, pembayaran sering kali tidak dilakukan secara langsung sehingga merugikan petani.

Kondisi tersebut mendorong inisiatif pembentukan pasar lelang sejak 2017 sebagai upaya memperbaiki sistem perdagangan komoditas hortikultura.

Melalui mekanisme lelang, produk petani dapat ditawarkan secara terbuka dan dibeli oleh penawar tertinggi, sehingga harga lebih transparan dan kompetitif.

Selain mempertemukan penjual dan pembeli, pemerintah juga melakukan pembinaan agar petani mampu menghasilkan produk sesuai kebutuhan pasar.

Pengawasan kualitas dilakukan sejak tingkat budidaya hingga proses distribusi di pasar lelang melalui sortasi dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.

“Kalau barang yang bawah standar sedikit, berarti proses di tingkat petani sudah berjalan baik,” kata Eko.

Saat ini, terdapat sekitar delapan pasar lelang aktif di Sleman yang melayani berbagai komoditas hortikultura, termasuk cabai sebagai komoditas unggulan.

Selain itu, terdapat sekitar 20 hingga 24 titik pengumpulan hasil panen yang mendukung operasional pasar lelang di wilayah produksi.

Meski demikian, pengelolaan pasar lelang masih menghadapi tantangan, terutama dalam aspek manajemen dan sumber daya manusia.

Menurut Eko, sistem lelang tidak hanya menuntut kemampuan budidaya, tetapi juga keterampilan dalam pengelolaan perdagangan modern.

“Tantangan lain adalah menyesuaikan sistem perdagangan dengan era digital serta menjaga pasokan agar harga tidak melonjak saat produksi menurun,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title