Residivis Pencuri Gamelan di UGM dan ISI, Terungkap Lewat CCTV

Pencuri Gamelan di UGM dan ISI terungkap
Sumber :
  • Bing Image Creator

SLEMAN, VIVA Jogja - Polisi berhasil mengungkap aksi seorang residivis berinisial AF, pria (50) tahun asal Surakarta. Ia kedapatan mencuri bilah gamelan di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, lalu menjualnya ke tempat rongsok dengan harga murah. Kasus ini menyoroti betapa rentannya instrumen tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi ketika hanya dipandang dari sisi material logamnya.

img_title Yogyakarta Gamelan Festival ke-31: Grup Kote’an dari Prancis Hadirkan Sukacita

Peristiwa pencurian di UGM terjadi pada Selasa (11/4/2026) sekitar pukul 14.52 WIB di Gedung Margono lantai 4 Fakultas Ilmu Budaya. Petugas keamanan kampus yang sedang melakukan patroli rutin mendapati bilah gamelan yang sebelumnya tersusun rapi tiba-tiba hilang. Kecurigaan segera mengarah pada tindak pencurian, dan rekaman CCTV menjadi bukti penting. Dalam rekaman terlihat seorang pria membawa bilah demung slendro dan memasukkannya ke dalam tas ransel. Dari bukti tersebut, Unit Reskrim Polsek Bulaksumur melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta mengamankan rekaman CCTV untuk penyelidikan lebih lanjut.

Hasil penyelidikan mengarah pada AF, yang kemudian ditangkap di wilayah Surakarta pada Rabu (22/4/2026). Dalam pemeriksaan, ia mengakui telah mengambil tujuh bilah gamelan dari ruang penyimpanan UGM. Barang curian itu dijual ke rongsokan di Karanganyar dengan harga Rp1,8 juta, memanfaatkan nilai logam kuningan dan tembaga yang memang lebih tinggi dibanding logam biasa. Modus yang digunakan cukup sederhana, yakni berpura-pura menanyakan lokasi ruang gamelan kepada mahasiswa, lalu masuk melalui tangga timur Gedung Margono ketika suasana kampus sepi. Saat itu mahasiswa tengah sibuk menjalani Ujian Tengah Semester, sehingga ruang gamelan relatif tidak terpantau.

img_title UGM Hidupkan Semangat Tradisi Lewat Festival Karawitan dan Bazar Nusantara

Motif utama pelaku adalah faktor ekonomi, namun catatan kriminal menunjukkan bahwa AF bukan orang baru dalam dunia kejahatan. Ia pernah terjerat kasus pencurian kendaraan bermotor pada 2012. Lebih jauh, ia juga mengaku telah melakukan pencurian serupa di kampus lain. Sekitar dua bulan sebelum kejadian di UGM, AF mencuri 11 bilah gamelan di ISI Yogyakarta dan tujuh bilah lainnya di Solo. Semua hasil curian dijual ke rongsok dengan pola yang sama. Pengakuan ini memperkuat dugaan bahwa AF memang menjadikan gamelan sebagai target karena nilai materialnya, bukan karena memahami nilai budaya yang melekat.

Halaman Selanjutnya
img_title