Yogyakarta Mantapkan Pariwisata Rendah Emisi Lewat Program Konversi Becak Listrik

Walikota Yogya mencoba becak listrik
Sumber :
  • Dok Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta semakin menegaskan komitmennya dalam membangun pariwisata berkelanjutan dengan menekan emisi di sektor transportasi. Hal ini tercermin dalam gelaran Workshop Jogja Bersinar: Berwisata Nir Emisi dalam Mengurangi Pencemaran yang berlangsung di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Jumat (5/6/2026). Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, produsen kendaraan listrik, BUMN, hingga komunitas untuk merumuskan langkah bersama menuju kota wisata rendah emisi.

img_title Baznas Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Grand Baznas Award

Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menekankan bahwa transisi menuju transportasi ramah lingkungan bukan sekadar tren, melainkan strategi penting untuk menjaga kualitas lingkungan perkotaan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata. Menurutnya, kendaraan berbasis listrik kini mulai diminati wisatawan maupun masyarakat lokal, sehingga Pemkot mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PT PLN, untuk memperkuat infrastruktur pendukung.

“Jogja Bersinar ini merupakan inovasi yang wajib didukung oleh berbagai pihak. Upaya mewujudkan berwisata nir emisi menjadi strategi untuk menciptakan nilai tambah bagi industri pariwisata Yogyakarta,” ujar Wawan. Ia menambahkan, semangat gotong royong yang menjadi karakter kota ini harus tercermin dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, mulai dari penyediaan stasiun pengisian daya hingga integrasi layanan digital.

img_title Prolanis di Puskesmas Yogyakarta Perkuat Layanan Kendalikan Hipertensi dan Diabetes

Salah satu program unggulan yang tengah digarap adalah konversi becak motor (bentor) menjadi becak listrik. Wawan menjelaskan, Pemkot menargetkan 500 unit becak listrik dapat terealisasi tahun ini melalui program konversi kendaraan yang sudah ada. “Bukan menambah jumlah kendaraan baru, tapi melakukan konversi dari bentor menjadi becak listrik sehingga lebih ramah lingkungan dan tidak menghasilkan polusi,” tegasnya. Langkah ini diharapkan mampu menjaga identitas becak sebagai ikon wisata Yogyakarta, sekaligus menyesuaikannya dengan tuntutan era rendah emisi.

Meski demikian, Wawan mengakui tantangan terbesar masih terletak pada ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Percepatan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat semakin yakin beralih ke kendaraan listrik. Ia berharap PLN dapat bermitra dengan dunia usaha untuk memperluas jaringan SPKLU di titik-titik strategis kota.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Uji Emisi Gratis, Dorong Udara Kota Lebih Bersih

Dukungan terhadap program ini juga datang dari PLN. Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PLN Yogyakarta-Wonosari, Agung Pratomo, menyebutkan bahwa infrastruktur kendaraan listrik di Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkembang. Saat ini terdapat 21 unit SPKLU milik PLN yang tersebar di DIY, ditambah 73 unit SPKLU yang dikelola pihak non-PLN. Khusus di Kota Yogyakarta, PLN telah mengoperasikan sembilan unit SPKLU untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik. “Kami berkomitmen memperluas jaringan SPKLU agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan pengisian daya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title