Stunting Bikin Pusing, Pemkot Magelang Luncurkan GENTING
- ari sunandar
KOTA MAGELANG, VIVAJogja - Pemerintah Kota Magelang secara resmi meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai langkah kolektif untuk menekan angka stunting di wilayahnya. Acara peluncuran berlangsung pada Selasa (5/8/2025) di Pendopo Pengabdian dan dihadiri unsur pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga media.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyebut GENTING sebagai 'ikhtiar bersama' untuk menyelamatkan generasi penerus dari ancaman stunting yang masih mengintai Kota Magelang.
"Melalui DPMP4KB, saya mengajak semua elemen masyarakat bergabung dalam gerakan ini. Kondisi kita genting, tidak bisa ditunda," kata Damar.
Pemkot Magelang luncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting
- ari sunandar
Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan dalam acara, sebanyak 537 balita atau 12,4 persen dari total balita di Kota Magelang berada dalam risiko stunting. Selain itu, 431 balita atau 10 persen mengalami underweight, dan 181 balita atau 4,2 persen mengalami wasting, yakni kekurangan gizi akut.
Damar menegaskan bahwa permasalahan gizi tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur pentahelix: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, serta media massa.
"Kami tidak bisa sendiri. Karena itu, GENTING mengajak siapa pun untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dari keluarga miskin yang berisiko stunting," ujar Damar.
Sejumlah lembaga dan instansi telah menyatakan komitmennya mendukung GENTING. Di antaranya BAZNAS Kota Magelang sebanyak 15 anak, DPMP4KB Kota Magelang 7 anak, Bank Jateng Cabang Magelang 10 anak, Bank Magelang 7 anak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 10 anak dan Wartawan Kota Magelang 1 anak.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB (DPMP4KB) Kota Magelang, Wawan Setiadi menjelaskan, bahwa GENTING dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menanggulangi stunting secara langsung.
"Melalui program ini, setiap orang tua asuh diminta menyumbang Rp15.000 per hari per anak selama enam bulan," kata Wawan.
Bantuan tersebut akan dikonversi dalam bentuk paket nutrisi, edukasi kesehatan, pendampingan langsung oleh petugas gizi dan tenaga kesehatan. Semwntara untuk sasarannya adalah 178 balita di bawah dua tahun (baduta) serta ibu hamil dari keluarga miskin atau rentan di Kota Magelang.