Mahasiswa UGM Raih Dua Penghargaan di Kompetisi Blockchain Internasional
- Dok Humas UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di kancah internasional. Dien Muhammad Scientivan Kurnia Pramono, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik angkatan 2024 sekaligus Technical Lead UGM Blockchain Club (UGMBCC), berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang bergengsi UHI9 Hookathon. Kompetisi ini merupakan puncak dari program inkubasi Uniswap Hook Incubator (UHI) Batch 9 yang diselenggarakan oleh Atrium Academy dan mempertemukan para pengembang blockchain dari berbagai negara.
Dien keluar sebagai pemenang pada dua kategori sekaligus, yakni Impermanent Loss & Yield Systems Track serta Reactive Network Track. Masing-masing kategori memberikan hadiah sebesar 1.000 dolar AS, sehingga total penghargaan yang ia terima mencapai 2.000 dolar AS. Kompetisi ini sendiri menyediakan total hadiah sebesar 25.000 dolar AS yang terbagi dalam tiga kategori utama. Pengumuman resmi pemenang disampaikan oleh Atrium Academy melalui akun X (Twitter).
Dalam keterangannya, Dien menjelaskan bahwa UHI9 Hookathon merupakan ajang internasional yang menjadi bagian dari rangkaian program Uniswap Hook Incubator. Program ini mempertemukan pengembang blockchain untuk merancang solusi berbasis hook pada Uniswap v4. “Sebelum mengikuti kompetisi, peserta harus melewati proses seleksi berupa pengajuan dokumen dan wawancara, kemudian mengikuti serangkaian lokakarya intensif hingga memasuki babak akhir berupa hackathon atau yang dalam program ini disebut Hookathon,” ujarnya, Jumat (3/7).
Uniswap sendiri dikenal sebagai salah satu protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia yang memungkinkan pengguna melakukan pertukaran aset digital tanpa perantara. Pada versi terbarunya, Uniswap v4 menghadirkan fitur hook, yakni modul tambahan yang memungkinkan pengembang menyisipkan logika khusus ke dalam setiap liquidity pool. Dengan fitur ini, mekanisme pengelolaan likuiditas dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan aplikasi terdesentralisasi.
Dalam kompetisi tersebut, Dien mengembangkan proyek bertajuk Veritas, sebuah sistem berbasis Uniswap v4 yang mengubah sinyal keaslian konten menjadi skor risiko on-chain bernama Dilution Risk Score (DRS). Skor ini digunakan sebagai mekanisme penyaringan untuk mencegah konten hasil duplikasi maupun replikasi berbasis kecerdasan artifisial memperoleh pendanaan. Selain itu, skor tersebut menjadi acuan dalam menyesuaikan biaya perlindungan (protection fee) bagi Liquidity Provider (LP) secara otomatis. “Melalui pendekatan tersebut, risiko impermanent loss yang selama ini menjadi tantangan bagi penyedia likuiditas dapat ditekan tanpa memerlukan otoritas terpusat,” jelasnya.