957 Lulusan Unikal Dilepas, Rektor Tekankan Bekal Hadapi Era Teknologi
- iat
PEKALONGAN, VIVA Jogja – Sebanyak 957 mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) diwisuda dalam tiga sesi kegiatan wisuda.
Pelaksanaan tiga sesi dilakukan karena kapasitas gedung di Pekalongan belum mampu menampung ribuan peserta.
Rektor Unikal Assoc. Prof. Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., mengatakan lulusan menghadapi tantangan teknologi dan ekonomi global.
Menurutnya, kemajuan teknologi berpotensi menggantikan sejumlah profesi yang selama ini dikerjakan manusia.
“Memang di era kelulusan mereka, mereka dihadapi beberapa tantangan,” kata Andi.
Ia menyebut tantangan tersebut terutama berasal dari perkembangan teknologi dan semakin terintegrasinya perekonomian global.
Karena itu, Unikal menyiapkan mahasiswa melalui kurikulum berbasis Outcome Based Education atau OBE.
Rektor meyakini pendekatan tersebut dapat membantu lulusan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Selain kemampuan akademik, Unikal juga menekankan nilai-nilai yang dianggap tidak mudah digantikan teknologi.
Andi menyebut terdapat enam tata nilai yang menjadi bagian pembentukan karakter mahasiswa Unikal.
Enam nilai tersebut meliputi integritas, kolaborasi, humanis, loyal, adaptif, dan spiritual.
“Yang tidak bisa tergantikan oleh manusia yaitu enam tata nilai ikhlas kita,” ujarnya.
Menurut Andi, nilai-nilai tersebut menjadi bekal lulusan ketika memasuki lingkungan kerja yang semakin dinamis.
Wakil Rektor I Unikal Zahro, S.E., M.Si., mengatakan kurikulum kampus juga diarahkan menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri.
Penyusunan dan implementasi kurikulum melibatkan praktisi agar pembelajaran lebih sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Harapannya itu bisa menjawab tantangan-tantangan ke depan,” kata Zahro.
Selain kompetensi teknologi, Unikal memasukkan pembelajaran kewirausahaan ke dalam kurikulum seluruh program studi.
Langkah tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian mahasiswa sesuai visi Universitas Pekalongan.
Zahro berharap lulusan tidak hanya bergantung pada kesempatan kerja yang tersedia.
Mahasiswa juga didorong memiliki kemampuan membangun usaha atau berwirausaha setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, kemampuan tersebut penting ketika kesempatan kerja menghadapi tantangan dan semakin kompetitif.
Zahro mengatakan kemampuan teknologi juga menjadi bagian dari capaian pembelajaran lulusan.
Karena itu, kemampuan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan harus masuk dalam penyusunan kurikulum program studi.