Heboh Ganti Kurikulum Lagi, Kenali Deep Learning yang Digagas Mendikdasmen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mukti
Sumber :
  • VIVA Jogja/(Instagram.com/@abe_mukti)

Selain itu, elemen yang dirancang dalam kurikulum deep learning bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang tidak hanya mengedepankan pengetahuan namun juga pengalaman bermakna bagi siswa.

img_title Menenun Asa dari Pesisir: Menggerakkan Partisipasi Semesta demi Pendidikan Bermutu di Kabupaten Jepara

"Kita arahkan dengan pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful," sebut Mukti dalam kesempatan yang sama.

Dalam kesempatan yang sama, Mukti menjelaskan model pembelajaran dari kurikulum deep learning sudah ada sejak 1995.

img_title Halalbihalal Muhammadiyah Pekalongan, Abdul Mu’ti Soroti Tradisi Membumi Islam Indonesia

Mendikdasmen RI itu menceritakan pengalamannya belajar kurikulum deep learning saat menjalani perkuliahan gelar Master of Education di Flinders University, Adelaide, Australia.

Terkait hal tersebut, Mukti ingin siswa di Indonesia juga dapat diarahkan untuk mendapatkan pembelajaran serupa.

img_title Bunuh Diri Anak di NTT Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan dan Perlindungan Sosial

Mukti pun mencontohkan, pembelajaran dengan prinsip mindful dapat dilakukan oleh guru untuk menyadari setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda. Kemudian, prinsip mindful itu diterapkan agar para siswa didorong untuk berpikir kritis dan terlibat aktif selama proses belajar.

"Tiba-tiba ada yang bertanya di tengah pelajaran, jangan dihentikan," tandasnya.

Tiga Elemen dalam Kurikulum

Deep Learning Seperti diketahui, Mendikdasmen RI telah membuat gagasan terkait kurikulum deep learning sebagai kurikulum baru di Indonesia dengan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam.

Dikutip dari Teacher Magazine, berikut ini tiga elemen dalam kurikulum deep learning yang menjadi metode pembelajaran yang disebut Mukti telah diterapkan di Australia:

1. Mindful Learning

Elemen ini berarti para guru dapat menghargai keunikan dan keterlibatan siswa yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi siswa untuk aktif terlibat dalam proses belajar.

Mindful learning akan lebih memperhatikan perbedaan kebutuhan dan potensi setiap siswa selama proses belajar berlangsung. Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan dapat terlibat langsung melalui diskusi, eksperimen, dan eksplorasi terhadap materi yang diajarkan oleh sang guru.

2. Meaningful Learning

Pada elemen meaningful learning, siswa diajak untuk memahami alasan di balik setiap pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya.

Pendekatan ini memposisikan guru sebagai fasilitator yang membantu siswa mengaitkan pelajaran dengan penerapan di dunia nyata. Contohnya, guru dapat menjelaskan tentang konsep-konsep tertentu akan bermanfaat dalam mengelola keuangan pribadi.

Melalui pemahaman ini, siswa diharapkan lebih termotivasi dan antusias dalam belajar.

Halaman Selanjutnya
img_title