UMY Perkuat Daya Saing Global Lewat Kemitraan Internasional
- Humas UMY
BANTUL, VIVA Jogja – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat reputasi di tingkat global melalui jalinan kerja sama strategis dengan dua perguruan tinggi ternama di Asia, yaitu Ateneo De Davao University dari Filipina dan University of Nottingham Ningbo China. Pertemuan resmi dengan kedua mitra internasional ini berlangsung di Ruang Sidang Komisi Gedung AR. Fachruddin A lantai 5, UMY, pada Kamis (05/02).
Dalam kesempatan tersebut, UMY menerima delegasi Ateneo De Davao University yang diwakili oleh Engr. Teddy Recomes dan Engr. Karl Galang, serta delegasi University of Nottingham Ningbo China yang diwakili oleh Troy Chen, Ph.D., FHEA. Kehadiran mereka disambut langsung oleh jajaran Direktorat Kemitraan Global dan Employability (DKGE) UMY, yang menjadi motor penggerak dalam membangun jejaring internasional universitas.
Kepala Subdirektorat Kerja Sama Universitas DKGE UMY, dr. Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni atau penandatanganan dokumen, melainkan bagian dari strategi besar UMY untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas akademik, dan memperluas daya saing global. Menurutnya, UMY berupaya memastikan bahwa setiap kolaborasi membawa dampak nyata bagi mahasiswa, dosen, dan institusi secara keseluruhan.
Kerja sama dengan Ateneo De Davao University diarahkan pada benchmarking dan berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan universitas. Fokusnya mencakup pengabdian masyarakat, program pertukaran mahasiswa, strategi peningkatan peringkat global, pengembangan sistem informasi kampus, penguatan keamanan siber, hingga manajemen keuangan dan administrasi. Sementara itu, kemitraan dengan University of Nottingham Ningbo China lebih menitikberatkan pada kolaborasi akademik internasional, seperti student mobility, pertukaran mahasiswa satu semester, pengembangan summer school internasional, pertukaran staf dan dosen, penelitian bersama, serta peluang sabbatical leave dan visiting professor.
Farindira menambahkan bahwa kedua kerja sama ini dirancang dengan orientasi implementasi. UMY bersama mitra akan menyusun rencana aksi yang terukur, termasuk memulai program pertukaran mahasiswa pada semester Spring 2026/2027 serta melanjutkan proyek benchmarking di bidang tata kelola digital. Dengan langkah ini, UMY berharap dapat semakin kokoh sebagai universitas yang unggul secara akademik, adaptif dalam tata kelola, dan kompetitif di tingkat global.