Gingivitis, Masalah Sepele yang Bisa Berujung Penyakit Berat

Gingivitis masalah yang berujung kematian
Sumber :
  • Bing Image Creative

VIVA Jogja -  Peradangan gusi atau gingivitis masih sering dianggap remeh oleh masyarakat. Padahal, kondisi ini merupakan pintu masuk berbagai gangguan serius, mulai dari gigi tanggal hingga penyakit sistemik yang membahayakan tubuh.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr drg Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA, menjelaskan bahwa gingivitis ditandai dengan gusi kemerahan, bengkak, dan mudah berdarah. “Gejala seperti gusi berdarah saat menyikat gigi bukan hal biasa. Itu tanda awal gingivitis,” tegasnya.

Menurut Laelia, jika tidak segera ditangani, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis, yakni peradangan yang menyerang tulang penyangga gigi. “Pada tahap ini, gigi bisa goyang dan akhirnya tanggal,” ujarnya.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa peradangan gusi juga berhubungan dengan penyakit sistemik. Infeksi bakteri dari rongga mulut dapat memperburuk kondisi pasien dengan diabetes maupun penyakit jantung. “Itulah sebabnya pasien yang akan menjalani operasi jantung diwajibkan memastikan tidak ada peradangan di mulut,” jelasnya.

Menjelang Ramadan, Laelia menekankan pentingnya menjaga kebersihan mulut dengan cara yang benar. Kesalahan yang sering terjadi adalah menyikat gigi terlalu keras. Ia menyarankan penggunaan sikat gigi berbulu lembut, benang gigi, dan obat kumur untuk membersihkan sisa makanan.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT Festival 2026

“Cukup dua kali sehari dengan teknik yang tepat, ditambah pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan. Pencegahan jauh lebih murah dibandingkan mengobati saat kondisi sudah parah,” pungkasnya.