Indonesia Berpotensi Tinggi Terhadap Penyakit Mata, Lensa Terapi Jadi Solusi

HOYA Vision Care
Sumber :
  • Dokumentasi

Jogja – Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Airlangga, prevalensi kelainan refraksi di Indonesia menempati urutan pertama dari penyakit mata, meliputi 25% penduduk.

img_title UGM Peroleh Medali Terbanyak di Pimnas ke-37

Dan prevalensi miopia di Indonesia lebih dari -0,5D pada usia dewasa muda adalah 48,1% . Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki potensi tinggi terhadap miopia.

HOYA Vision Care, perusahaan lensa kacamata global berkomitmen untuk membantu semua orang menuju masa depan cerah tanpa hambatan melalui penglihatan yang lebih baik serta terus mengembangkan teknologi dalam memenuhi kebutuhan penglihatan masyarakat.

img_title Wamen HAM Dorong RUU Perampasan Aset Berbasis HAM, CENTRIS Tegaskan Pentingnya Pengawasan dan Perlindungan Hak Warg

Alexandre Montague, Chief Executive Officer (CEO) HOYA Vision Care, mengungkapkan 50% dari penduduk dunia akan mengalami miopia atau rabun jauh (mata minus) pada 2050. Sedangkan miopia yang tidak ditangani dapat mengarah ke penyakit mata yang lebih serius.

Hal ini yang mendorong HOYA Vision Care untuk lebih gigih dalam mengedukasi serta mengembangkan inovasi teknologi guna menciptakan opsi kontrol miopia khususnya untuk anak, dan menyediakan perawatan kesehatan mata sejak dini. 

img_title Nataru 2026, Polres Karanganyar Musnahkan 6.218 Botol Miras, Lima Orang Diamankan

Keseriusan HOYA Vision Care untuk menghadirkan koreksi penglihatan berkelanjutan bagi segala usia ditandai dengan kunjungan jajaran CXO HOYA Vision Care ke Indonesia salah satunya ke MiYOSMART Corner di Optik SEIS, Mall Taman Anggrek, Jakarta hari ini.

HOYA Vision Care

Photo :
  • Dokumentasi Image

“Kunjungan kami di Indonesia saat ini untuk menunjukkan komitmen HOYA bagi Indonesia serta mendukung tim lokal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melalui penglihatan yang lebih baik,” ujar Alexandre di sela kunjungan yang didampingi oleh Oxana Pastushenko - Chief Marketing Officer  (CMO) HOYA Vision Care, Ian Wells - Chief Financial Officer (CFO) HOYA Vision Care, Serge Zins - Vice President (VP) Asia Pacific HOYA Vision Care, Dodi Rukminto - Managing Director PT. HOYA Lens Indonesia serta Budy Buntaram dan Rudhy Buntaram - Director/Owner Optik SEIS.

HOYA Vision Care telah menjadi mitra bagi para profesional perawatan mata selama lebih dari 80 tahun dan telah hadir di berbagai belahan dunia salah satunya di Indonesia.

Sejak tahun 2008 dengan membawa berbagai jenis produk lensa kacamata untuk membantu masyarakat mendapatkan penglihatan yang lebih baik dengan diantaranya lensa progresif, lensa penglihatan tunggal, lensa kerja, lensa fotokromik, serta lensa khusus yang hingga hingga saat ini telah tersebar melalui Optik terkemuka di seluruh Indonesia. 

Halaman Selanjutnya
img_title