Nyeri Perut Bagian Atas, Waspadai Dispepsia

dr Noviantoro Sunarko Putro
Sumber :
  • Dok Humas UGM

Bestari menambahkan bahwa pemeriksaan USG sebaiknya dilakukan secara berkala, bahkan ketika tidak ada gejala yang dirasakan. Ia menyarankan pemeriksaan minimal setahun sekali untuk memantau kondisi organ dalam, sehingga potensi gangguan kesehatan dapat terdeteksi lebih dini. Hal ini sejalan dengan upaya promotif dan preventif yang terus digalakkan oleh GMC UGM.

img_title RSA UGM dan Pertamedika IHC Rancang Pusat Trauma Terpadu di Yogyakarta

Kepala Klinik GMC, Dr. Yayuk Soraya, A.A.K., menuturkan bahwa nyeri perut termasuk dalam sepuluh keluhan terbanyak yang ditangani di GMC. Menurutnya, pola serupa kemungkinan besar juga terjadi di berbagai fasilitas kesehatan lain. “Melalui talk show ini, kami ingin memperkuat kesadaran masyarakat agar lebih waspada sebelum jatuh sakit. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” tegasnya.

Salah satu peserta talk show, Shoofia Ayu, tenaga kependidikan di Kantor Pusat Tata Usaha UGM, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman bahwa nyeri perut memiliki kompleksitas tinggi dan tidak boleh didiagnosis sembarangan. Shoofia bahkan berencana mengajak rekan-rekannya, terutama perempuan yang belum menikah, untuk lebih peduli terhadap kesehatan organ dalam. “Kadang ada rasa canggung untuk melakukan USG perut, padahal pemeriksaan ini sangat penting. Saya ingin mengajak teman-teman agar lebih sadar,” ujarnya.

img_title Tips Cegah Berat Badan naik saat Liburan

Melalui kegiatan edukasi ini, para tenaga medis berharap masyarakat semakin memahami bahwa nyeri perut bukan sekadar keluhan ringan. Dengan mengenali gejala, melakukan pemeriksaan rutin, dan menjaga pola hidup sehat, risiko komplikasi dapat diminimalisasi. Dispepsia memang umum terjadi, tetapi dengan penanganan tepat, kualitas hidup penderita dapat tetap terjaga.

 

img_title Apa itu Penyakit Lupus ?