Hilal Tak Terlihat di Kudus, Tim LFNU Tunggu Sidang Isbat Pemerintah

Cuaca mendung hambat pemantauan ruqyatul hilal di TBS Kudus.
Sumber :
  • arif

KUDUS, VIVAJogja– Cuaca mendung yang terjadi pada Jumat sore (28/2/2025) sejak pukul 17.58 WIB hingga 18.15 WIB, membuat hilal tidak terlihat di Kabupaten Kudus. Tidak munculnya bulan sabit yang terbit tanggal 1 bulan Kamariah itu, berdasarkan hasil rukyatulhilal di Kota Kretek.

Tak Terpengaruh Mitos Buruk, Bupati Samani dan Wabup Bellinda Jalan Kaki Lintasi Jembatan Tanggulangin

Selain itu, sudut elongasi atau sudut yang dibentuk garis semu yang menghubungkan antara bumi dengan matahari baru mencapai 5,9 derajat. 

Agenda rukyatul hilal di Kabupaten Kudus itu, dilakukan di Gedung Serbaguna Madrasah TBS lantai V sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.15 WIB. Ruqyatul hilal ini dilakukan untuk menentukan awal Ramadan sebagai waktu dimulainya puasa Ramadan. 

Sayonara Tradisi Dandangan, Selamat Datang Ramadan

Krgiatan rukyatulhilal kali ini dihadiri tim Falakiyah Madrasah TBS dan perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kudus. Kemudian juga dihadiri sejumlah santri dari Ma’had Aly TBS Kudus. 

Rukyatulhilal yang dilakukan Lembaga Falakiyah Nahdhatul Ulama (LFNU) Kudus ini, menggunakan dua teropong di lantai V Madrasah TBS. Selanjutnya di area rooftop madrasah setempat, juga menggunakan dua teropong. 

Perjuangan Muchsin Saputra Hijaukan Patiayam Kudus, Rela Berlari Ribuan Kilometer Sumbang Bibit Pohon

“Teropong yang disiapkan khusus di rooftop, diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin melihat hilal. Sedangkan untuk pemantauan hilal di lantai V, hanya diperuntukkan bagi tamu undangan,” ujar. Ketua LFNU Kabupaten Kudus, Azhar Latif Nahiran.

Azhar menjelaskan, ketinggian hilal di seluruh daerah di Indonesia saat ini berada pada tiga derajat. Namun untuk sudut elongasinya, belum semua daerah di Indonesia memenuhi kriteria yakni 6,4 derajat. 

Halaman Selanjutnya
img_title