Persoalan Sampah Bikin Pusing, Sam’ani Kampanyekan TPS 3R di Kota Kretek

Pengolahan sampah anorganik layak dikembangkan di Kudus
Sumber :
  • arif

 

Ratusan Paket Sembako Murah, Ludes Diserbu Warga Undaan Kudus

KUDUS, VIVAJogja- Darurat persoalan sampah akibat ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) oleh warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo beberapa waktu lalu, menjadikan pengalaman berharga bagi Pemkab Kudus

Tak ingin peristiwa itu terulang kembali, Bupati Kudus Samani Intakoris kini berjuang menuntaskan permasalahan sampah di Kota Kretek. Ia bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton mengajak masyarakat ikut serta dalam mengelola sampah.

Gebyar Ramadan RSUD Loekmono Hadi Kudus, Tebar Manfaat Berharap Berkah

Samani mengkampanyekan dan mendukung berbagai upaya pengelolaan sampah anorganik secara mandiri di Kudus. Pihaknya mengapresiasi pemerintah desa dan masyarakat diapresiasi yang aktif dalam kegiatan mendaur ulang sampah.

Dukungan itu disampaikan Samani, saat meninjau tiga pengelolaan sampah di tiga desa. Yakni di Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu, Desa Sidorekso Kecamatan Kaliwungu, dan Desa Puyoh Kecamatan Dawe.

Petani Kudus Lebih Suka Tanam Padi Ketan, Sumber Penghasilan Mendulang Cuan

Bupati Kudus melihat pengolahan sampah anorganik di tiga TPS TR

Photo :
  • arif

"Sudah ada upaya pemerintah desa dan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi," ujar Samani saat mendatangi TPS Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) Terpadu yang dikelola BUMDes Sumber Joyo di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. 

Pendirian TPS 3R di Desa Kedungdowo dimulai pada 2019. Kemudian pada Agustus 2024, BUMDes menerima bantuan alat insinerator dari PT Djarum dan beroperasi penuh pada Desember 2024.

Setiap harinya, sekitar 4 ton sampah anorganik diolah menggunakan alat insinerator. Sampah yang diolah berasal dari sampah rumah tangga masyarakat setempat. 

Terdapat 17 pekerja dengan 10 armada operasional pengangkut sampah yang setiap harinya mengambil sampah rumah tangga masyarakat Desa Kedungdowo. 

Sam'ani menjelaskan, BUMDes tersebut menjadi percontohan dalam mengolah sampah sendiri. TPS 3R ini menjadi contoh desa mandiri dalam mengolah sampah di masyarakat desa setempat. 

Selanjutnya Samani mengunjungi pengelolaan sampah anorganik di BUMDes Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Menariknya, sampah anorganik diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM). BUMDes mampu mengolah 3,5 ton sampah menjadi BBM setiap harinya. 

"Inovasi yang luar biasa, sampah anorganik bisa disulap jadi BBM. Sangat bernilai ekonomi tinggi," ucapnya.

Sampah yang diolah adalah plastik dan sejenisnya. Setiap satu kg sampah yang diolah, menghasilkan sekitar 0,7 liter BBM jenis solar dan bensin. Sementara kapasitasnya sekitar 50 kg sampah sehingga menghasilkan hingga 35 liter BBM. 

Sam'ani yang melihat pengolahan sampah dengan metode pirolisis tersebut mengapresiasi Kepala Desa Sidorekso dan jajaran.

"Saya melihat inovasi yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak seperti solar dan bensin, bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi limbah plastik," imbuhnya.

Terakhir, Sam'ani mengunjungi pengolahan sampah anorganik menjadi biji plastik Polyethylene Terephthalate (PET) milik CV Langit Biru yang berlokasi di Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kudus. 

Pihaknya menyampaikan pengelolaan sampah yang dilakukan CV Langit Biru lengkap. Pengelolaan menggunakan sistem conveyor untuk mengambil botol, menggilingnya, mencuci, mengeringkan, dan memilah plastik yang masih bisa dimanfaatkan. 

Sampah berasal dari para pemulung dan pengumpul, baik dalam kondisi masih baru maupun yang sudah lama tertimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Sampah yang telah diolah dan kualitasnya bagus kemudian diekspor ke Korea sebagai bahan membuat botol baru. Lalu yang kondisinya sudah usang dikirim ke Solo dan Tangerang yang nantinya diolah menjadi serat benang dan fiber glass.

Sam'ani mendukung pengolahan sampah berkualitas ekspor tersebut. Menurutnya, permasalahan sampah dapat terselesaikan dimulai dengan langkah kecil seperti yang dilakukan oleh BUMDes Kedungdowo, Sidorekso dan CV Langit Biru.

"Sangat mendukung kepedulian masyarakat dalam mengolah sampah jadi bernilai ekonomi. Insyaallah masalah sampah bisa tertangani dimulai dari hal-hal kecil," tandasnya.