DLH Batang Ingatkan Warga, Produksi Sampah Capai 185 Ton per Hari

Produksi Sampah di Batang Capai 185 Ton Perhari
Sumber :
  • Viva Jogja

BATANG, VIVA Jogja – Ancaman darurat sampah kembali disuarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang.

img_title Pengelolaan Sampah di Yogyakarta Jadi Rujukan DPRD DKI Jakarta

Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randukuning kian sesak, sementara timbulan sampah harian mencapai sekitar 185 ton.

Kondisi ini dinilai membutuhkan kepedulian bersama agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih serius.

img_title BPI Siapkan 30.000 Bibit Mangrove Dukung Hari Lingkungan Hidup 2026

Kepala DLH Batang, Rusmanto, menegaskan bahwa pengendalian sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Dengan jumlah penduduk sekitar 820 ribu jiwa, kami butuh kerja sama semua pihak. Kesadaran masyarakat menjadi kunci agar volume sampah bisa ditekan,” ujarnya saat apel peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Senin (23/2/2026), di halaman Pendopo Kabupaten Batang.

img_title DaurKita, Gerakan Mahasiswa UGM untuk Akses Bank Sampah Digital di Yogyakarta

Rusmanto menyoroti sejumlah titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang kondisinya tidak tertata.

Salah satunya di wilayah Pasekaran, di mana warga kerap melempar sampah dari kendaraan tanpa memasukkannya ke dalam TPS.

“Sudah ada papan imbauan, tetapi sampah tetap berserakan hingga ke bahu jalan,” katanya.

DLH Batang meminta masyarakat disiplin membuang sampah sesuai jadwal, yakni pukul 16.00–06.00 WIB. Dengan begitu, petugas dapat langsung mengangkut sampah mulai pukul 07.00 WIB.

Selain itu, Rusmanto mendorong desa dan RT untuk melakukan pemilahan sampah rumah tangga. Sampah organik, misalnya, bisa diolah menjadi pupuk kompos sehingga tidak semuanya menumpuk di TPA.

“Pemilahan dari sumbernya adalah langkah strategis untuk mengurangi beban TPA yang sudah mendekati batas kapasitas,” tegasnya.

Ia mengingatkan, pengelolaan sampah yang buruk dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat sendiri, termasuk risiko banjir. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari.